"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Bukan Perampok, Kapolres Lombok Utara Akui Keterangan Terdakwa Tidak Sesuai Fakta

Penjelasan Lengkap Mengenai Kasus Pembunuhan Mahasiswi Vira

Kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi bernama Vira kini mulai mengungkap fakta-fakta penting yang telah diungkap oleh pihak berwajib. Korban terakhir kali terlihat meninggalkan kampus bersama dengan Radit pada 26 Agustus 2025, sebelum akhirnya dilaporkan hilang oleh keluarganya dan ditemukan dalam kondisi tidak wajar di sekitar Pantai Nipah.

Radit ditemukan lebih dulu pada 27 Agustus dini hari dalam kondisi terluka, sementara jenazah Vira ditemukan beberapa jam kemudian sekitar 140 meter dari lokasi Radit berada. Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwata, memberikan penjelasan terkait kronologi dan proses penyidikan kasus ini, yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Kronologi Awal Kejadian

Pada 26 Agustus 2025, korban (Vira) pamit pergi ke kampus pada pukul 07.00 WITA. Rekaman CCTV kampus menunjukkan bahwa Vira dan Radit meninggalkan kampus bersama pada pukul 12.13 WITA dengan berboncengan menggunakan motor milik terdakwa. Setelah tidak kunjung pulang dan ponselnya tidak aktif, orang tua Vira melapor ke Polda NTB pada pukul 22.00 WITA. Motor Vira ditemukan masih terparkir di kampus.

Posisi ponsel Vira terdeteksi berada di sekitar Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, sehingga keluarga melakukan pencarian ke lokasi tersebut.

Penemuan Radit Ardiansyah

Pada pukul 01.30 WITA, keluarga korban menemukan Radit di Pantai Nipah dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi. Radit ditemukan hanya menggunakan celana pendek tanpa baju. Terdapat luka pada bagian wajah dan kepala, namun tidak terlihat darah mengalir. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara, ditemukan pula luka di leher belakang serta lengan kiri dan kanan.

Radit dibawa ke Puskesmas Nipah oleh teman-teman kampusnya dengan cara digendong secara bergantian sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Mataram.

Penemuan Jenazah Korban

Jenazah Vira ditemukan pada pukul 06.16 WITA oleh seorang saksi bernama Fandi yang sedang lari pagi. Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di area yang penuh bebatuan, berjarak sekitar 140 meter dari lokasi Radit ditemukan. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan adanya bercak darah.

Bukti Pendukung dan Olah TKP

Polisi mengamankan rekaman CCTV dari beberapa titik, termasuk Hotel Seven Secret yang menunjukkan keduanya melintas pada pukul 16.19 WITA membawa tas berisi makanan ringan. Lokasi tempat mereka duduk memiliki tekstur tanah bebatuan, agak tersembunyi, dan terdapat gundukan tanah di belakangnya.

Penggunaan anjing pelacak (K9) menemukan titik bercak darah di tebing dekat pantai, namun tidak ditemukan jejak atau bau lain yang mengindikasikan keterlibatan pihak luar di sekitar lokasi tersebut.

Tindakan Penyidikan Lebih Lanjut

Kapolres menjelaskan bahwa awalnya Radit ditempatkan sebagai korban (atas dugaan pembegalan), sementara Vira sebagai korban pembunuhan. Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh tim Reskrim, terdapat ketidaksinkronan antara keterangan Radit dengan bukti ilmiah (Scientific Investigation).

Radit sempat mengonfirmasi satu orang (inisial H) sebagai pelaku pembegalan dari foto-foto yang disodorkan polisi, namun hasil penyelidikan membuktikan bahwa H memiliki alibi kuat dan tidak berada di lokasi saat kejadian. Selain itu, terdapat temuan sel epitel (kulit) manusia pada kuku korban yang identik dengan profil tersangka.

Kapolres Lombok Utara menegaskan bahwa seluruh rangkaian penyidikan ini dilakukan dengan mengedepankan pembuktian ilmiah untuk merangkai fakta kejadian yang sebenarnya di lokasi yang tidak memiliki saksi mata tersebut.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *