"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Hotman Paris Minta Status WNI Dwi Sastya Dicabut, Harta Disita, Anhar: Kembalikan Uangnya

Kritik Tajam terhadap Dwi Sasetyaningtyas dari Tokoh Publik

Polemik yang melibatkan nama Dwi Sasetyaningtyas kini semakin memanas dan menarik perhatian publik. Sejumlah tokoh ternama, seperti pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan sejarawan senior Anhar Gonggong, memberikan tanggapan tajam terhadap sikap serta pernyataan yang diungkapkan oleh alumni LPDP tersebut.

Kritik dari Anhar Gonggong

Anhar Gonggong, seorang sejarawan senior, mengkritik keras pernyataan Dwi Sasetyaningtyas terkait status kewarganegaraan anaknya. Ia menilai bahwa Dwi tidak menunjukkan rasa hormat kepada negara yang telah menyediakan beasiswa untuk pendidikannya. Menurut Anhar, dana pendidikan yang diterima Dwi berasal dari pajak masyarakat Indonesia, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk menghargai bangsa ini.

“Silakan pergi ke mana Anda mau, tapi kembalikan uang yang telah Anda ambil. Uangnya juga harus dikembalikan. Uang yang dia ambil, kalau dia punya rasa malu kembalikan,” ujarnya dalam pernyataannya.

Anhar menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, tetapi amanah yang berasal dari keringat rakyat. Ia bahkan menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah tegas jika diperlukan. Baginya, negara memiliki hak moral untuk menuntut pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut.

Pandangan Hotman Paris

Hotman Paris juga turut angkat bicara terkait polemik ini. Ia menilai bahwa pernyataan Dwi dapat dianggap sebagai penghinaan terhadap negara. Pengacara kondang ini menyarankan agar nama Dwi dan suaminya di-blacklist dalam sistem imigrasi, sehingga akan sulit bagi mereka untuk masuk ke Indonesia.

“Saya sarankan agar di komputer imigrasi, nama dua orang itu di-blacklist sehingga pada saat tiba nanti diperiksa dulu dua hari dua malam. Memang tidak diatur, tapi boleh dong sudah menghina negara,” katanya.

Hotman juga menekankan bahwa jika Dwi tidak mampu mengganti kerugian, maka tindakan hukum secara perdata bisa dilakukan hingga harta mereka disita. “Kalau dia enggak bisa ganti, bisa digugat perdata, bisa disita hartanya. Dia Rp 5 Miliar (jumlah uang yang harus diganti) lebih yang suaminya. Kalau istrinya enggak, sudah pulang.”

Latar Belakang Dwi Sasetyaningtyas

Dwi Sasetyaningtyas adalah lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, dengan beasiswa LPDP pada 2015 dan lulus pada 2017. Selama masa pengabdian di Indonesia dari 2017 hingga 2023, Dwi aktif dalam berbagai proyek sosial dan lingkungan, seperti penanaman 10.000 pohon bakau di pesisir, pemberdayaan ibu rumah tangga, serta pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, unggahan video di media sosial miliknya menjadi titik awal polemik. Dalam video tersebut, Dwi memperlihatkan surat dari otoritas Inggris terkait kewarganegaraan anak keduanya yang resmi menjadi British citizen. Pernyataannya tentang ingin anak-anaknya memiliki paspor kuat WNA mendapat respons keras dari warganet.

Reaksi Publik

Unggahan Dwi segera viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial. Banyak netizen menilai narasi tersebut tidak bijak, mengingat beasiswanya dibiayai negara. Polemik pun berkembang, tidak hanya terkait isi konten, tetapi juga kehidupan pribadi Dwi dan suaminya, termasuk soal kewajiban pengabdian sebagai penerima beasiswa LPDP.

Isu ini kini tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga menyentuh relasi antara warga negara dan tanggung jawab terhadap republik. Dengan kritik tajam dari tokoh publik, isu ini semakin menjadi sorotan nasional.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *