Kasus dugaan suap restitusi pajak yang menjerat Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, terus berkembang. Selain dugaan penerimaan suap Rp 800 juta, KPK menemukan bahwa Mulyono menjabat sebagai komisaris di 12 perusahaan.
Temuan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung KPK, Jakarta Selatan. “Perusahaannya mencapai lebih dari 10, ada 12 perusahaan,” ujarnya.
KPK menyatakan akan mendalami kemungkinan adanya praktik layering atau penyamaran aliran dana melalui perusahaan-perusahaan tersebut. Dalam konteks tindak pidana korupsi, layering kerap digunakan untuk memutus jejak transaksi dan menyulitkan penelusuran asal-usul dana.
“Nanti akan dilihat apakah ada modus yang berkaitan atau memenuhi unsur dugaan tindak pidana korupsi, misalnya untuk menjadi layering,” kata Budi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama penyidikan tetap pada dugaan suap dalam pengaturan restitusi pajak. Proses restitusi yang seharusnya berjalan sesuai aturan diduga dimanipulasi demi keuntungan tertentu.
Dalam OTT yang dilakukan KPK, selain Mulyono, turut ditetapkan sebagai tersangka Dian Jaya Demega dan Venasisus Jenarus Genggor. KPK menduga terjadi pemberian uang sebagai imbalan atas pengaturan hasil pemeriksaan pajak.
Uang sebesar Rp 800 juta yang diterima Mulyono disebut digunakan untuk pembayaran rumah. Penyidik kini menelusuri seluruh aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Soal rangkap jabatan sebagai komisaris di belasan perusahaan, KPK menyerahkan aspek etik kepada Kementerian Keuangan. Namun jika ditemukan indikasi penyalahgunaan jabatan atau konflik kepentingan yang berujung pada tindak pidana, KPK akan menindaklanjutinya.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya integritas aparat perpajakan dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan nilai penerimaan pajak yang besar dan kompleksitas prosesnya, pengawasan internal dan eksternal menjadi krusial.
KPK memastikan penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan hubungan antara jabatan komisaris Mulyono dan perkara suap yang tengah diproses.











