"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Jam Tangan Mewah Abdul Qohar Menarik Perhatian Netizen, Kejagung Meminta KPK untuk Investigasi Lebih Lanjut

"Kontroversi Jam Tangan Abdul Qohar: Kejagung Minta KPK Selidiki Lebih Jauh"

jenepontoinfo.com – Jakarta – Jam tangan yang dikenakan oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Abdul Qohar saat menggelar konferensi pers penahanan Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) beberapa hari yang lalu, menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Hal ini dikarenakan jam tangan mewah yang dipakai oleh Qohar tersebut, diketahui memiliki harga yang mencapai di atas Rp500 juta.

Netizen pun turut mempertanyakan kepemilikan jam tangan tersebut, mengingat tidak ada penjelasan mengenai jam tangan tersebut dalam Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) milik Abdul Qohar. Menanggapi hal ini, Kejagung menyatakan bahwa pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat melakukan pengecekan terkait aset tersebut.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, juga telah menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek keabsahan kepemilikan jam tangan tersebut dengan LHKPN milik Abdul Qohar. Bahkan, KPK juga mengindikasikan kemungkinan untuk meminta klarifikasi langsung dari Qohar terkait jam tangan mewah tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa pihaknya mempersilakan KPK untuk mendalami masalah ini. Namun, ketika ditanya mengenai klarifikasi dari internal Kejagung, Harli mempertanyakan apa yang perlu didalami. Sebab menurutnya, Abdul Qohar telah menjelaskan hal tersebut pada saat konferensi pers sebelumnya.

Abdul Qohar sendiri telah mengklaim bahwa ia tidak mengetahui merek jam tangan yang saat ini tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa jam tangan tersebut telah diberikan kepadanya sejak setahun yang lalu dengan harga hanya empat juta rupiah.

Gusun Gusun

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *