Google Menjelaskan Peran dalam Pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek
Google telah merilis pernyataan resmi terkait keterlibatan perusahaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019 hingga 2022. Dalam pernyataannya, Google menegaskan bahwa perusahaan tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir, serta tidak menentukan harga produk tersebut.
Peran Google sebatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta alat pengelolaan kepada mitra. Proses pengadaan perangkat Chrome dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen dan para mitra lokal. Ekosistem ini memberikan kendali penuh kepada Kementerian Pendidikan dalam pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal.
Google menyatakan bahwa misi mereka tetap sederhana, yaitu menyediakan teknologi kelas dunia yang hemat biaya demi mendukung siswa dan guru di seluruh Indonesia. Sejauh ini, Chromebook menjadi perangkat utama di dunia untuk pendidikan K-12 (TK-SMA), dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik menggunakan Chromebook di seluruh dunia.
Di Indonesia, fokus Google adalah mewujudkan cita-cita pembelajaran digital jangka panjang melalui Chromebook, perangkat canggih dan aman yang dirancang untuk para pendidik dan siswa. Jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke, serta lebih dari 80.000 sekolah di seluruh negeri, telah berhasil menggunakan Chromebook untuk membantu mengoptimalkan pembelajaran, bahkan di wilayah-wilayah terluar Indonesia.
Chromebook dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil. Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline. Siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline tanpa koneksi internet sekalipun, sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
Perangkat ini memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan.
Google juga memastikan bahwa pendekatan serupa telah terbukti memberikan manfaat bagi banyak siswa dalam skala besar di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang. Namun, Google menegaskan bahwa perusahaan tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir, dan juga tidak menentukan harga.
Google hanya berperan sebatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi (ChromeOS) serta alat pengelolaan kepada mitra-mitra. Perusahaan juga tidak pernah menjanjikan imbalan apapun kepada pihak di Kemendikbudristek untuk menggunakan produknya.
“Ini adalah pernyataan yang jelas dan transparan,” tegas Google. “Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google.”
Selain itu, Google tak memungkiri bahwa pihaknya bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di Gojek antara tahun 2017 dan 2021. Di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Mendikbukristek.
“Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami,” tegasnya.
Dengan pernyataan ini, Google ingin menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada prinsip transparansi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah serta mitra lokal dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











