"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Lapas Kalianda Siap Bantu Perangi Narkoba di Dalam Lapas

Komitmen Lapas Kalianda dalam Pemberantasan Narkoba

Kepala Lembasa Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa tidak ada ruang bagi peredaran narkotika di dalam Lapas. Seluruh jajaran berkomitmen bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta memastikan lingkungan Lapas tetap aman, bersih, dan mendukung proses pembinaan warga binaan.

Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih dari narkotika serta memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat. Dalam hal ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan), menyusul sorotan dari Komisi III DPR RI terkait masih ditemukannya praktik peredaran narkotika di dalam lapas.

Dalam keterangannya, Agus mengapresiasi perhatian dan masukan dari Komisi III DPR RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap sistem pemasyarakatan. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memperkuat upaya pemberantasan narkotika. Segala bentuk peredaran narkotika, baik yang melibatkan warga binaan maupun oknum petugas, merupakan pelanggaran serius dan tidak akan ditoleransi.

Upaya pemerintah dalam memperketat pengawasan dan menutup celah peredaran narkotika di lapas dan rutan antara lain melalui penguatan sistem keamanan berbasis teknologi seperti pemasangan CCTV terintegrasi, serta peningkatan razia rutin maupun insidentil yang melibatkan aparat penegak hukum. Kementerian Imipas juga memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam upaya penindakan terpadu.

Di sisi internal, penegakan disiplin dan integritas petugas menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan setiap pelanggaran oleh oknum petugas akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurut Agus, sejumlah oknum petugas telah dijatuhi hukuman disiplin berat hingga pemecatan, bahkan sebagian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Selain itu, hingga saat ini sebanyak 2.284 warga binaan berisiko tinggi dan bandar narkotika telah dipindahkan ke Nusakambangan. Pemindahan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengisolasi pelaku utama, tetapi juga untuk menutup ruang peredaran dan interaksi narkotika di dalam lapas, sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan agar mereka dapat berubah dan mengikuti program pembinaan dengan baik.

Kementerian Imipas juga terus memperkuat program pembinaan warga binaan, termasuk rehabilitasi dan pembinaan kepribadian serta kemandirian, dengan melibatkan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun organisasi nonpemerintah. Menteri Agus menegaskan bahwa persoalan narkotika di lapas dan rutan merupakan isu kompleks yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan kolaboratif. Ia juga membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan untuk memperkuat upaya pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Upaya Lapas Kalianda dalam Pencegahan Peredaran Narkoba

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Lapas Kelas IIA Kalianda terus memperkuat langkah pencegahan peredaran narkotika di lingkungan internal. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan pengawasan, razia rutin dan insidentil, serta sinergi dengan TNI dan BNN. Selain itu, penguatan integritas petugas serta optimalisasi program pembinaan warga binaan juga menjadi fokus utama agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana narkotika.

Sebelumnya, Lapas Kalianda bersama TNI dari Kodim 0421/Lampung Selatan dan BNN Kabupaten Lampung Selatan juga telah menggelar razia gabungan di lingkungan Lapas pada Rabu (8/4/2026) sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkotika.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *