"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Denada Minta Gugatan Dicabut Setelah Berdamai dengan Ressa

Perkembangan Terbaru dalam Konflik Denada dan Ressa

Pihak Denada menunjukkan keinginan untuk segera menyelesaikan gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang diajukan oleh Ressa di Pengadilan Negeri Banyuwangi sejak November 2025. Mereka berharap Ressa dapat mencabut gugatan tersebut, sementara itu Denada juga meminta adiknya, Muhammad, untuk tidak melanjutkan proses hukum terkait mobil yang melibatkan Ressa.

Denada menunjukkan keseriusannya dengan berkonsultasi ke notaris untuk memastikan masa depan dan hak Ressa, setara dengan perhatian yang ia berikan kepada anaknya, Aisha. Hal ini menunjukkan bahwa Denada sangat peduli terhadap kesejahteraan Ressa.

Pertemuan Bersejarah antara Denada dan Ressa

Pertemuan antara Denada dan Ressa dilakukan atas inisiatif manajer Denada, Risna Ories. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling berdiskusi dan menyampaikan harapan mereka. Risna mengatakan bahwa Denada berharap agar semua kasus yang sedang berlangsung dapat segera ditutup. Ia juga meminta adiknya, Muhammad, untuk tidak melanjutkan proses hukum terkait mobil.

“Harapannya kan ya case segala macam gugatan dicabut. Dena juga minta sama adiknya, Muhammad, untuk tidak melanjutkan proses mobilnya itu,” kata Risna.

Denada juga disebut serius dengan masa depan Ressa dengan berkonsultasi melalui notaris. “Dia kan kemarin sempat konsultasi ke notaris gitu ya. Itulah dia memikirkan masa depannya Ressa,” ujar Risna.

Ressa Ingin Berdamai

Ressa juga menyatakan keinginannya untuk berdamai dengan Denada. Ia hanya ingin semuanya jelas dan selesai. “Ressa enggak mau apa-apa gitu. Ressa cuma pengin semuanya clear,” ujar Risna menirukan ucapan Ressa.

Ressa menyatakan bahwa ia ingin semua masalah selesai, termasuk perihal mobil yang melibatkan adik Denada. Ia juga berharap tidak ada lagi masalah yang muncul. Risna menyatakan perannya sebagai penengah dalam menjembatani keinginan kedua belah pihak.

“Semuanya clear. Buka lembaran baru semuanya. Aku bilang, aku tanya ke Ressa, aku tanya ke Dena juga karena kan aku berusaha untuk mengakomodir obrolan di situ juga,” tambahnya.

Momen Denada Peluk Ressa

Sebelumnya, penyanyi Denada akhirnya merayakan Lebaran 2026 bersama putranya, Ressa Rizky Rossano. Ratih Puspita Dewi, tante dari Denada sekaligus ibu yang mengasuh Ressa pun terlihat di momen Lebaran itu. Momen ini dibagikan oleh manajer Denada, Risna Ories dalam unggahan Instagram pribadinya @risna_ories, Selasa (24/3/2026).

Dalam momen tersebut, Denada juga tampak memeluk Ratih dan tak kuasa menahan tangisnya. Denada tampak mengenakan dress abaya modern dengan aksen ikat di bagian pinggang. Sementara itu, Ressa Rizky Rossano terlihat tampan mengenakan outfit serba hitam. Ia mengenakan kaus dipadukan dengan outer jaket.

“Alhamdulillah ala kulli haal, ‘Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan’. Semoga Allah selalu melindungi keluarga ini,” tulisnya.

Penjelasan Denada tentang Keputusan Menitipkan Ressa

Denada memberikan penjelasan mendalam terkait keputusannya menitipkan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh keluarga bibinya di Banyuwangi selama 24 tahun. Dalam wawancara bersama Feni Rose pada Senin (1/3/2026), Denada mengungkapkan bahwa keputusan itu lahir dari rasa bersalah dan keinginannya memberikan kehidupan “sempurna” bagi sang anak.

Denada mengaku tidak berniat untuk membuang darah dagingnya sendiri sampai dianggap menelantarkan. Ia mengakui bahwa periode setelah melahirkan Ressa adalah masa-masa terberat dalam hidupnya. Selain harus melahirkan tanpa didampingi sosok suami, ia mengalami peristiwa traumatis yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya saat itu.

“Ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku yang cukup berat dan menyisakan trauma secara mental,” ujar Denada.

Ia merasa bersalah karena tidak mampu memberikan situasi keluarga yang ideal—ada ayah dan ibu dalam satu atap—untuk putranya yang baru lahir. “Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia, bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran keluarga yang utuh… yang terbaik seharusnya kan buat seorang anak tumbuh ada bapak, ada ibu, di dalam satu rumah tangga,” ungkap Denada dengan suara bergetar.

Denada mengaku mencemaskan masa depan Ressa, terutama saat sang anak mulai masuk sekolah dan harus menghadapi pertanyaan dari lingkungan sosial mengenai sosok ayahnya. “Mama tanya, ‘Nanti kalau misalnya dia masuk sekolah terus teman-teman sekolahnya ada yang nanya (soal bapaknya), kamu sudah siap belum?’. Di situ aku mulai berpikir, oh iya ya benar, itu sesuatu yang harus aku persiapkan,” kenangnya.

Ibunda Denada, almarhumah Emilia Contessa, saat itu memberikan saran untuk mempertimbangkan tawaran dari Tante Ratih dan Om Dino (adik Emilia) yang sangat mendambakan anak laki-laki. “Aku pikir perfect. Karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ… enggak akan ada yang berani macam-macam sama dia karena tahu dia dari keluarga besar kami,” ungkap Denada.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *