"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Laba MIDI Naik 45,01% di 2025, Ini Prospeknya



Pada tahun 2025, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Laporan kinerja keuangan yang dirilis dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (20/3/2026) menunjukkan bahwa pendapatan bersih MIDI meningkat sebesar 3,79% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 20,64 triliun dari Rp 19,89 triliun.

Kenaikan pendapatan ini diikuti oleh peningkatan laba bruto yang mencapai Rp 5,39 triliun pada 2025, dibandingkan dengan Rp 5,23 triliun pada tahun sebelumnya. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 15,25 triliun dari Rp 14,66 triliun pada 2024, perusahaan mampu menjaga efisiensi di tingkat operasional. Hal ini terlihat dari penurunan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp 4,18 triliun, turun dari Rp 4,23 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan menjadi Rp 447,97 miliar, dari Rp 487,83 miliar.

Perbaikan efisiensi tersebut berdampak positif pada pertumbuhan laba usaha MIDI. Laba usaha meningkat sebesar 34,60% yoy menjadi Rp 967,99 miliar, dibandingkan dengan Rp 719,17 miliar pada 2024. Setelah memperhitungkan penghasilan dan biaya lain-lain, laba sebelum pajak penghasilan badan MIDI mencapai Rp 927,06 miliar, naik dari Rp 658,28 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih juga tumbuh pesat sebesar 45,01% menjadi Rp 792,36 miliar, dari Rp 546,41 miliar pada 2024. Dengan demikian, laba per saham dasar perusahaan meningkat menjadi Rp 23,7 per saham dari sebelumnya Rp 16,34 per saham.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, pertumbuhan kinerja fundamental MIDI didorong oleh ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi, khususnya dari segmen ready-to-eat dan food & beverage (F&B). Kontribusi format bisnis tersebut, ditambah efisiensi beban operasional, membuat pertumbuhan margin laba MIDI melampaui laju pertumbuhan pendapatannya.

“Secara prospek, MIDI sangat solid. Strategi multi-format seperti Alfamidi belanja rutin dan Lawson gaya hidup instan memberikan keunggulan untuk menguasai berbagai pangsa pasar sekaligus,” ujar Wafi.

Selain itu, Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa kenaikan laba bersih MIDI yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan karena adanya perbaikan margin dan efisiensi operasional. Beban penjualan dan distribusi berhasil turun 1,08% yoy.

“Prospek MIDI masih cukup positif, terutama didukung oleh posisi kuat di segmen minimarket proximity dan middle income consumers,” tambah Azis.

Azis menilai peluang utama MIDI berasal dari ekspansi gerai, peningkatan Same Store Sales Growth (SSSG), serta penetrasi produk private label yang dapat menjaga margin. Digitalisasi dan omni-channel juga berpotensi meningkatkan transaksi.

Wafi menambahkan bahwa peluang pertumbuhan MIDI masih terbuka seiring perubahan gaya hidup konsumen muda yang semakin mengutamakan kenyamanan dan makanan siap saji, serta peluang ekspansi gerai di luar Pulau Jawa.

Namun demikian, ada beberapa faktor yang tetap perlu diperhatikan. Di antaranya adalah potensi pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah akibat inflasi harga pangan, serta persaingan yang ketat di bisnis convenience store dengan peritel lainnya seperti FamilyMart dan Indomaret Point.

Rekomendasi Saham

Wafi menyarankan untuk buy saham MIDI di target harga Rp 450 per saham. Adapun Azis merekomendasikan trading buy saham ritel ini dengan target harga di posisi Rp 312 hingga Rp 326 per saham dan level support di posisi Rp 286 hingga Rp 282 per saham.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *