Jumlah investor di Indonesia terus meningkat, tetapi disertai dengan fenomena kepemilikan akun investasi ganda di berbagai platform. Hal ini menyebabkan portofolio aset investor cenderung tersebar dan sulit dipantau secara menyeluruh.
PT Bank Jago Tbk mencatat bahwa jumlah investor domestik saat ini mencapai sekitar 20 juta single investor identification (SID). Sementara itu, total rekening investasi telah mencapai 29 juta, yang menunjukkan adanya jutaan investor yang memiliki lebih dari satu akun.
Menurut Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso, tren tersebut mencerminkan perilaku investor yang memanfaatkan berbagai platform investasi sekaligus. “Banyak pengguna memiliki akun di beberapa platform, sehingga portofolionya tersebar dan sulit dipantau secara utuh,” ujarnya.
Irene menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menyulitkan investor dalam memahami total aset atau nilai kekayaan yang dimiliki, terutama bagi investor ritel. Di sisi lain, minat investasi masyarakat terus meningkat. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra seperti Bibit dan Stockbit tumbuh 38,2 persen secara tahunan.
Jenis Instrumen Investasi yang Paling Disukai
Dari sisi instrumen, reksadana masih menjadi pilihan utama dengan porsi 44 persen, disusul saham sebesar 42 persen dan obligasi 14 persen. Peningkatan minat terhadap saham juga tercermin dari pembukaan rekening dana nasabah (RDN) yang meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.
Brand & Strategy Lead Bank Jago Aprilia Safitri menilai pengelolaan investasi tidak hanya soal memilih instrumen, tetapi juga memahami tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. “Setiap orang memiliki kebutuhan dan profil risiko yang berbeda. Karena itu penting memahami cara menempatkan uang sesuai tujuan dan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Seiring meningkatnya jumlah investor, menurut Aprilia, kebutuhan terkait kemudahan pemantauan dan integrasi data portofolio menjadi semakin penting dalam ekosistem keuangan digital.
Tren Pengelolaan Keuangan Digital
Tren pengelolaan keuangan dan investasi digital di Indonesia terus menguat. PT Bank Jago Tbk mencatat, dalam lima tahun perjalanan Aplikasi Jago, jumlah pengguna telah mencapai 15,2 juta dengan total 43,2 juta fitur “Kantong” yang digunakan untuk mengatur keuangan.
Data hingga Maret 2026 menunjukkan, setiap pengguna rata-rata memiliki hampir tiga Kantong untuk memisahkan kebutuhan finansial, mulai dari pengeluaran harian hingga alokasi dana khusus.
Aktivitas investasi nasabah juga meningkat. Jumlah pengguna yang terhubung dengan platform investasi seperti Bibit dan Stockbit tumbuh 38,2 persen secara tahunan per akhir 2025.
Integrasi Portofolio Investasi
Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso mengatakan, peningkatan aktivitas investasi tidak lepas dari kebutuhan nasabah untuk melihat portofolio secara menyeluruh dalam satu platform. Menurut dia, selama ini aset keuangan nasabah tersebar di berbagai platform sehingga menyulitkan pemantauan kinerja investasi.
“Kami melihat pengguna kesulitan melacak progres investasinya karena tersebar di berbagai platform. Karena itu kami menghadirkan tampilan yang mengonsolidasikan seluruh portofolio dalam satu aplikasi,” ujar Irene.
Melalui integrasi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pengguna dapat melihat seluruh aset investasi secara terpusat, termasuk yang berada di luar ekosistem mitra Bank Jago.
Bank Jago mencatat, jumlah investor di Indonesia saat ini mencapai sekitar 20 juta single investor identification (SID), dengan total rekening mencapai 29 juta. Artinya, terdapat sekitar 9 juta investor yang memiliki lebih satu akun di berbagai platform.
Kondisi itu mendorong kebutuhan konsolidasi data investasi agar nasabah dapat memahami total aset (net worth) secara lebih utuh. “Dengan konsolidasi ini, pengguna bisa melihat seluruh asetnya dalam satu tampilan dan mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri,” kata Irene.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











