Potensi Penjualan yang Stabil dan Proyeksi Pendapapan BSDE
Di tengah permintaan properti yang semakin selektif, potensi penjualan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diprediksi tetap stabil. Hal ini didukung oleh permintaan segmen residensial serta pipeline proyek yang masih kuat. Target pendapatan pra penjualan alias marketing sales pada tahun buku 2026 mencapai Rp 10 triliun. Angka ini sejalan dengan pencapaian pra penjualan tahun 2025.
Dari total target marketing sales 2026 sebesar Rp 10 triliun, segmen residensial akan menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar Rp 5 triliun atau 50% dari total target. Diikuti oleh segmen komersial sebesar Rp 3,5 triliun (35%) dan lain-lain sebesar Rp 1,5 triliun (15%).
Research Analyst Bumiputera Sekuritas Muhammad Thoriq Fadilla menilai target marketing sales tersebut cukup realistis dan konservatif. Realisasi marketing sales BSDE pada 2025 mencapai Rp 10,04 triliun, tumbuh sekitar 3% secara tahunan dari Rp 9,72 triliun di tahun 2024. Dengan demikian, target 2026 mempertahankan level permintaan yang sudah terbukti di pasar.
Selain itu, komposisi target penjualan yang didominasi segmen residensial sekitar 50% dan komersial 35% masih sejalan dengan struktur permintaan pasar properti saat ini. Menurut Thoriq, hal ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan tetap sesuai dengan tren pasar.
Keunggulan Fundamental BSDE
Dari sisi fundamental, BSDE memiliki keunggulan berupa cadangan lahan lebih dari 4.300 hektare yang sebagian besar berada di kawasan BSD City. Landbank besar ini memberikan visibilitas pengembangan proyek dalam jangka panjang sekaligus menjadi sumber monetisasi marketing sales yang berkelanjutan.
Thoriq memprediksi marketing sales BSDE pada 2026 berpotensi bergerak di kisaran Rp 9,5 triliun hingga Rp 10,5 triliun. Dengan mempertimbangkan pipeline proyek yang masih kuat serta basis demand di kawasan BSD City, prospek penjualan perusahaan tetap optimis.
Optimisme dari Analis Lain
Secara operasional, Analis KB Valbury Sekuritas Steven Gunawan masih memiliki pandangan konstruktif terhadap prospek permintaan produk hunian dan rumah toko milik BSDE. Optimisme ini ditopang oleh ekspansi township yang terus berlanjut serta peningkatan konektivitas infrastruktur di sejumlah kawasan pengembangan perseroan.
Beberapa katalis utama yang dinilai dapat mendorong permintaan antara lain pembukaan Eastvara Mall dan Living World Grand Wisata Bekasi, serta peningkatan akses dari Serpong–Balaraja Toll Road fase 1B yang menghubungkan BSD City fase 3 dengan Jakarta Outer Ring Road.
“Selain itu, ekspansi kawasan industri di Jakarta Timur serta peningkatan infrastruktur di Jakarta Selatan juga diperkirakan akan mendorong permintaan di kawasan Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur,” jelas Steven dalam riset 9 Maret 2026.
Anggaran Belanja Modal dan Proyeksi Kinerja Keuangan
Pada tahun buku 2026, BSDE menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Dana tersebut terutama akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan BSD City Phase 3. Hal ini memperkuat prospek pertumbuhan BSDE yang berbasis pada pengembangan township.
Melihat sisi kinerja keuangan, pendapatan usaha BSDE tercatat Rp 12,78 triliun per 2025, turun 7,3% dari Rp 13,79 triliun di tahun sebelumnya. Laba bersih BSDE menjadi Rp 2,54 triliun di 2025, turun 41,6% dari Rp 4,35 triliun di tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga serta tingginya basis laba tahun 2024 yang sebelumnya didorong oleh keuntungan satu kali dari akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM).
Steven memperkirakan pendapatan Perseroan mencapai sekitar Rp 13,0 triliun pada 2026, sedikit meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar Rp 12,8 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih BSDE juga diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 2,69 triliun pada 2026, dibandingkan estimasi Rp 2,54 triliun pada 2025.
Rekomendasi Saham dari Para Analis
Berdasarkan faktor di atas, Steven memberikan rekomendasi buy saham BSDE dengan target harga Rp 1.000 per saham. Kemudian Thoriq merekomendasikan buy on weakness dengan target Rp 780 per saham. Ada pun Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim juga merekomendasikan buy saham BSDE dengan target Rp 1.050 per saham.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











