"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Jababeka (KIJA) Rekor Penjualan Lahan Industri Rp3,6 T, Ini Sarannya

Kinerja Positif PT Kawasan Industri Jababeka Tbk di Tahun 2025



Kinerja PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tercatat positif sepanjang tahun 2025. Kinerja ini diproyeksikan bisa berlanjut di tahun 2026. Penjualan dan pendapatan jasa KIJA tercatat sebesar Rp 5,14 triliun selama tahun 2025. Angka ini meningkat sebesar 11,87% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan Rp 4,60 triliun pada tahun 2024.

Segmen penjualan menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan KIJA, yaitu sebesar Rp 2,10 triliun. Selanjutnya, segmen pembangkit tenaga listrik menyumbang Rp 1,81 triliun, sedangkan segmen jasa dan pemeliharaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 521,10 miliar.

Laba kotor KIJA juga mengalami peningkatan sebesar 3%, yaitu naik menjadi Rp 2,03 triliun pada tahun 2025 dibandingkan dengan Rp 1,96 triliun pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, margin laba kotor konsolidasi menurun menjadi 39%, dari sebelumnya 43% pada tahun 2024.

Corporate Secretary KIJA, Muljadi Suganda menjelaskan bahwa penurunan margin ini terutama disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen infrastruktur yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.

Pencapaian Marketing Sales yang Melebihi Target

KIJA juga mencatatkan penjualan pemasaran alias marketing sales real estat sebesar Rp 3,6 triliun pada tahun 2025, melampaui target tahunan sebesar Rp 3,5 triliun. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan tahun 2024, di mana marketing sales tercatat sebesar Rp 3,2 triliun.

Menurut Muljadi, pencapaian ini semakin menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Untuk tahun 2026, KIJA menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp 3,75 triliun. Target ini terutama didorong oleh permintaan tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, sebesar Rp 1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang, termasuk Rp 800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp 450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sementara itu, sebesar Rp 2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.

Analisis dari Para Ahli Pasar

Equity Analyst IPOT David Kurniawan melihat kinerja KIJA pada tahun 2025 sebagai solid. Ia menilai bahwa permintaan kawasan industri masih cukup kuat, terutama dari sektor manufaktur dan logistik.

David menilai bahwa target marketing sales KIJA sebesar Rp 3,75 triliun untuk tahun 2026 masih realistis, meski pertumbuhannya tidak terlalu agresif. Permintaan lahan industri masih ditopang oleh investasi manufaktur dan ekspansi logistik. Namun, kinerja KIJA tetap dipengaruhi oleh kondisi makro seperti suku bunga, arus investasi asing, dan kompetisi kawasan industri lain.

Dari sisi valuasi, saham KIJA masih diperdagangkan dengan diskon terhadap nilai asetnya (NAV), sehingga secara fundamental masih menarik. Jika penjualan lahan dan pengembangan kawasan berjalan konsisten, ruang re-rating valuasi masih terbuka.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat katalis kinerja KIJA di tahun 2026 berkaitan dengan dinamika industrialisasi. Jika banyak industri yang melaksanakan kegiatan produksi manufaktur atau kegiatan industri lainnya, maka sentimennya akan bagus ke KIJA. Industrialisasi yang akan menopang kinerja kawasan industri tahun ini adalah hilirisasi, pergudangan, logistik, dan data center.

Permintaan untuk kawasan industri KIJA juga didominasi oleh investor Asia Timur, seperti Korea Selatan, Jepang, dan China, serta dari Asia Tenggara. Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia masih termasuk dalam kategori ekspansif, serta adanya potensi penurunan suku bunga di semester II 2026.

Saham KIJA dinilai sudah termasuk murah, dengan price to earning ratio (PER) di 9,2x dan price to book value (PBV) 0.6x. Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk KIJA dengan target harga Rp 236 per saham.

Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat saham KIJA bergerak dalam tren melemah, dengan target support pada Rp 168 per saham dan resistance Rp 200 per saham. William masih merekomendasikan wait and see untuk KIJA.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *