"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Utang RSUD Nunukan Rp26 Miliar Mulai Terlunasi, Target Lunas Tahun Depan

Utang RSUD Nunukan Mencapai Rp26 Miliar, Namun Ada Kemajuan

RSUD Nunukan, sebuah rumah sakit umum daerah di wilayah perbatasan, menghadapi tantangan keuangan yang signifikan. Hingga tahun 2025, total utang yang tercatat mencapai sekitar Rp26 miliar. Angka ini berasal dari berbagai kebutuhan operasional rumah sakit, seperti pembayaran obat-obatan, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), Bahan Habis Pakai (BHP), serta pengeluaran lainnya.

Direktur RSUD Nunukan, dr Andi Bau Tune Mangkau, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan berbagai langkah pembenahan manajemen keuangan untuk menekan jumlah utang tersebut. Dari total kewajiban sebesar Rp26 miliar, sekitar Rp9 miliar telah dibayarkan. Sisa utang yang masih harus diselesaikan saat ini mencapai sekitar Rp16,9 miliar.

“Awalnya sekitar Rp26 miliar. Alhamdulillah kami berhasil intervensi sekitar Rp9 miliar, sehingga saat ini tersisa sekitar Rp16 miliar,” ujar dr Andi Bau Tune Mangkau.

Utang tersebut diketahui menumpuk dalam kurun waktu 2021 hingga 2024 akibat berbagai kebutuhan operasional rumah sakit. Namun, kondisi keuangan RSUD Nunukan mulai menunjukkan tren perbaikan seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit.

“Tahun lalu kami berdiskusi dengan Bupati, salah satu cara menghasilkan pemasukan adalah meningkatkan pelayanan agar jumlah pasien meningkat,” jelasnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. RSUD Nunukan bahkan mampu mencatat sekitar 6.500 kunjungan pasien dalam periode terakhir. Dengan meningkatnya pendapatan, rumah sakit mulai mencatatkan surplus anggaran yang kemudian digunakan untuk membayar kewajiban kepada vendor serta rekanan.

Perbaikan kondisi keuangan RSUD Nunukan juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Pemerintah daerah membantu menanggung sejumlah kebutuhan rutin rumah sakit seperti gaji pegawai, honorer tenaga non-ASN, serta biaya operasional dasar seperti listrik dan air.

Menurut Andi Bau, keputusan memprioritaskan pembayaran kebutuhan rutin tersebut sangat membantu meringankan beban keuangan rumah sakit.

“Waktu itu Bupati bertanya, apakah mau dibayarkan utangnya atau kebutuhan rutin. Kami pilih yang rutin dulu, karena itu yang paling membebani setiap bulan,” ujarnya.

Pengembangan Layanan Medis

Selain memperbaiki kondisi keuangan, RSUD Nunukan juga terus mengembangkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu layanan yang segera dioperasikan adalah Catheterization Laboratory (Cath Lab), yang akan digunakan untuk menangani pasien stroke dan serangan jantung melalui tindakan intervensi pembuluh darah.

Peralatan layanan tersebut sudah tersedia, dan dokter neurologi serta radiologi telah memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan medis terkait. Saat ini pihak rumah sakit hanya menunggu dokter spesialis jantung yang dijadwalkan mengikuti pelatihan khusus pada Juni mendatang.

“Nantinya sudah bisa melakukan pemeriksaan pembuluh darah jantung hingga pemasangan ring,” jelasnya.

RSUD Nunukan juga tengah mempersiapkan pembangunan gedung Cytotoxic untuk layanan kemoterapi bagi pasien kanker. Pembangunan fasilitas ini direncanakan mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Selain itu, manajemen rumah sakit juga berencana membangun paviliun khusus bagi pasien non-BPJS dengan fasilitas yang lebih eksklusif. Langkah ini diharapkan dapat menjadi sumber pemasukan tambahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.

“Biasanya pasien datang bersama keluarga, jadi kami siapkan ruangan yang lebih nyaman dan fasilitas yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, manajemen RSUD Nunukan optimistis sisa kewajiban keuangan dapat diselesaikan pada tahun depan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *