Inisiatif Sosial Haji Her dalam Membantu Warga Miskin
Program bedah rumah yang dilakukan oleh Haji Her atau Khairul Umam di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, merupakan inisiatif sosial yang menarik perhatian masyarakat. Program ini didanai dari keuntungan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya.
Haji Her, seorang pengusaha tembakau sukses asal Pamekasan, Madura, sekaligus CEO PT Bawang Mas Group, telah mengambil langkah-langkah nyata untuk membantu warga kurang mampu. Ia menyatakan bahwa meskipun SPPG miliknya baru beroperasi selama sebulan, namun sudah mendapatkan keuntungan. Dari hasil tersebut, ia memilih untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar dapur MBG dalam bentuk bantuan membedah rumah.
“Memang kita baru jalan sebulan. Dari keuntungan MBG ini saya pakai untuk bedah rumah,” ujarnya.
Melalui timnya di Bawang Merah Center (BMC), Haji Her mendapatkan data orang tidak mampu di desa tersebut. Menurut dia, tim BMC melakukan kroscek lapangan untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran.
“Hari ini peletakan batu pertama untuk bedah rumah di Bangkalan,” katanya.
Pria yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Madura” ini juga menjelaskan bahwa dana pembangunan bedah rumah murni berasal dari hasil dapur MBG miliknya yang sudah beroperasi selama sebulan. Bahkan, Haji Her mengaku tidak mengambil keuntungan sepeserpun dari program MBG tersebut.
“Hasilnya saya buat bedah rumah agar bisa ditiru oleh dapur lain. Program MBG yang diberikan pemerintah jangan disalahgunakan hanya semata-mata mengambil keuntungan pribadi,” ucapnya.
Rencana Renovasi Rumah Setiap Bulan
Haji Her memiliki rencana untuk merenovasi satu rumah setiap bulan untuk masyarakat Bangkalan. Dana pembangunan itu akan diambil dari keuntungan dari dapur MBG atau SPPG miliknya setiap bulan.
“Semua hasil MBG, tiap bulan satu rumah. Sepeserpun saya tidak ambil,” ujar pria asal Pamekasan itu.
Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarizi, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Haji Her. Dia juga bersyukur bahwa dapur MBG milik Haji Her memberikan banyak manfaat bagi warga desanya.
“Alhamdulillah setelah kemarin bagi-bagi uang untuk siswa, kali ini memberikan bantuan bedah rumah untuk warga kami yang kurang mampu. Terima kasih banyak,” kata Alfarizi.
Tidak Terlibat dalam Dunia Politik
Haji Her juga menyampaikan ketidaktertarikannya untuk terjun ke dunia politik. Ia menegaskan bahwa semua kegiatan sosial yang dilakukannya murni untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat miskin dan korban bencana.
“Saya tidak ingin jadi pejabat, langsung dilantik pun saya tidak mau,” katanya.
Ia juga mengungkapkan alasan dibalik tindakannya membeli harga tembakau mahal dan melawan pabrikan besar. Menurutnya, hal tersebut dilakukannya demi petani tembakau di Madura.
“Kita kan kaya dari tembakau. Sudah dikasih rezeki sama yang kuasa sudah saatnya kita kembalikan ke petani. Berbagi dan pemerataan ekonomi,” ucapnya.
Aksi Sosial Lainnya
Selain itu, Haji Her juga melakukan aksi sosial penyaluran uang Rp 50.000 pada ompreng MBG di Bangkalan, dalam rangka berbagi kepada siswa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil untung dalam pengelolaan dapur MBG. Justru hasilnya disalurkan ke penerima.
Haji Her pun berpesan kepada para pengusaha pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar jangan sampai sedikitpun kualitas makanan dikurangi, agar siswa benar-benar menjadi cerdas.
Penampilan Sederhana
Terkait penampilannya yang sederhana, CEO PT Bawang Mas Group tersebut mengungkapkan bahwa penampilannya memang seperti itu. Bahkan, saat bepergian ke luar negeri.
“Saya enak, nyaman pakai sarung. Sudah kebiasaan. Pernah dulu pakai celana cuma belakangan ini pakai sarung terus,” katanya.
Diketahui, Haji Her kerap berpenampilan sederhana, yakni menggunakan peci coklat dan sarung.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











