Program Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Pengemudi Transportasi Online di Indonesia
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya melalui peningkatan signifikan Program BHR 2026.
Grab hadir untuk Indonesia, senantiasa mendukung program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi masyarakat di berbagai daerah.
Melalui BHR 2026, Grab ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mitra pengemudi. Dalam konferensi pers, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia menyampaikan secara nasional program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 mitra pengemudi aktif dari seluruh aplikator.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 mitra pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform. Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyampaikan skema BHR perlu mempertimbangkan karakter fleksibilitas model kemitraan di sektor ekonomi digital.
“Jadi memang sesuai dengan tahun lalu tentu kita harus fair dan memahami kondisi fleksibilitas dari bisnis ini, maka BHR itu harus sesuai dengan keaktifan mereka. Orang yang memang full time dengan yang part time seharusnya berbeda. Karena ini model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” ujar Yassierli.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan terkait program pelatihan vokasi, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (27/2/2026). – (Bayu Adji P/)
Rincian BHR Grab 2026
Pada 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 100–110 miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima. Program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk mitra pengemudi roda dua dan roda empat, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp 850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp 1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp 150.000 untuk GrabBike dan Rp 200.000 untuk GrabCar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih tepat pada berbagai tingkat produktivitas.
Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order serta kualitas pelayanan. Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel. Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 mitra pengemudi, yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut. Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem. Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi yang berjumlah lebih dari 400.000 orang menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami.
BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Data internal menunjukkan sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung. Selain itu, terdapat 182.500 mitra pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform. Keberagaman ini mencerminkan peran platform sebagai ruang peluang ekonomi tambahan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Grab menghadirkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umroh Gratis” dengan memberikan 105 paket umroh senilai Rp 5 miliar kepada mitra pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan konsistensi mitra dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
THR untuk Aparatur Sipil Negara dan Pensiunan
Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, hingga pensiunan cair penuh dengan total anggaran Rp 55 triliun. Angka ini naik 10 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 49 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan anggaran itu mengikuti arahan Presiden agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Lebaran.
“Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 triliun. Dibandingkan tahun lalu Rp 49 triliun, naik 10 persen,” ujar Airlangga dalam Taklimat Media di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (3/3/2026).
Ia merinci, THR 2026 disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat, TNI, dan Polri sebesar Rp 22,2 triliun, kemudian 4,3 juta ASN daerah sebesar Rp 20,2 triliun, serta 3,8 juta pensiunan sebesar Rp 12,7 triliun.
Menurut Airlangga, seluruh komponen dibayarkan penuh. “Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta 100 persen tunjangan kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Ia kembali menekankan, THR berbeda dengan gaji ke-13. “Saya garis bawahi bahwa THR ini tidak sama dengan gaji ke-13. Gaji ke-13 biasanya diberikan pada Juni,” ujarnya. Pencairan sendiri sudah dimulai sejak 26 Februari 2026.
Untuk pekerja swasta, pemerintah mengingatkan kewajiban perusahaan agar membayar tepat waktu. “Untuk sektor swasta, kewajibannya dibayar penuh, tidak boleh dicicil, dan paling lambat dibayarkan H-7 Lebaran,” tegas Airlangga.
Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat sekitar 26,5 juta pekerja berhak menerima THR. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 124 triliun. Pemerintah berharap dana tersebut berputar di masyarakat dan mendorong konsumsi domestik.
Tak hanya pekerja formal, pengemudi dan kurir daring juga mendapat perhatian. Tahun ini Bonus Hari Raya (BHR) diperkirakan menjangkau sekitar 850 ribu mitra dengan total Rp 220 miliar.
“Jumlah yang diberikan bisa mencakup sekitar 850 ribu mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar. Ini dua kali dari tahun lalu,” kata Airlangga.
“Tahun lalu sekitar Rp 50 miliar masing-masing, tahun ini Rp 100 sampai Rp 110 miliar, meningkat dua kali,” tambah Airlangga.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. – (/Erik Purnama Putra)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan pembayaran THR pekerja swasta diawasi ketat. Pembayarannya pun tidak boleh dicicil.
“THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan. Namun perusahaan kami imbau agar dapat membayarkannya lebih awal sebelum batas waktu tersebut. THR Keagamaan wajib dibayarkan oleh perusahaan secara penuh dan tidak boleh dicicil,” ujarnya.
Untuk pengemudi dan kurir berbasis aplikasi, pemerintah mengimbau perusahaan memberi bonus secara transparan. “BHR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai paling sedikit 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir,” kata Yassierli.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











