"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

VKTR alami kerugian meski penjualan naik jadi Rp1,09 triliun di 2025



JAKARTA – Perusahaan Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatatkan peningkatan penjualan neto sepanjang tahun 2025. Namun, kenaikan beberapa pos beban membuat perusahaan mengalami kerugian bersih.

Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit untuk tahun buku 2025, VKTR mencatatkan penjualan neto sebesar Rp1,09 triliun. Angka ini meningkat 8,53% dibandingkan penjualan sebesar Rp1 triliun pada tahun 2024.

Seluruh segmen penjualan perseroan mengalami pertumbuhan. Penjualan komponen suku cadang dan besi bekas naik 0,10% YoY menjadi Rp863,12 miliar, sedangkan penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melonjak 59,98% YoY menjadi Rp230,75 miliar. Sementara itu, retur dan diskon penjualan mencapai Rp4,64 miliar atau meningkat 65,43% YoY.

Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat 8,13% YoY menjadi Rp892,63 miliar. Beban terbesar ada di segmen manufaktur sebesar Rp676,01 miliar dan beban biaya perdagangan sebesar Rp216,62 miliar.

Dari sini, laba bruto perseroan masih positif dengan angka Rp196,61 miliar atau meningkat 10,36% YoY. Namun, setelah dikurangi total beban usaha yang naik 11,36% YoY menjadi Rp187,91 miliar, laba usaha perseroan menjadi Rp8,69 miliar atau turun 7,59% YoY.

Selain itu, beban keuangan juga meningkat dari Rp10,63 miliar menjadi Rp17,08 miliar. Setelah dipertimbangkan penghasilan lain-lain dan beban pajak penghasilan, laba neto VKTR periode 2025 tersisa hanya Rp423 juta. Laba neto ini turun signifikan sebesar 96,568% YoY dari Rp12,29 miliar pada 2024.

Dari sisi bottom line, laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan menjadi minus. Sepanjang 2025, VKTR menanggung rugi bersih sebesar Rp11,37 miliar, berbalik dari laba bersih Rp7,57 miliar pada 2024. Sementara itu, laba neto yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp11,79 miliar, naik dari Rp4,73 miliar pada 2024.

Dari sisi neraca keuangan, VKTR membukukan total aset sebesar Rp1,79 triliun atau tumbuh 11,79% YoY. Aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp553,02 miliar atau tumbuh 22,17% YoY, terdiri dari liabilitas jangka panjang Rp238,98 miliar (naik 49,11% YoY) dan jangka pendek Rp314,04 miliar (tumbuh 7,40% YoY). Selain itu, ekuitas perseroan mencapai Rp1,24 triliun, tumbuh 7,72% YoY.

Lonjakan total liabilitas perseroan 22,17% YoY sepanjang 2025 disebabkan oleh peningkatan pinjaman jangka panjang dari pinjaman baru ke Bank MNC Internasional Tbk., serta faktor penurunan pada utang sewa pembiayaan karena adanya pelunasan kepada pihak leasing.

Kinerja Operasional VKTR

Chief Executive Officer PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie mengatakan pertumbuhan pendapatan perseroan sepanjang 2025 mencerminkan akselerasi penjualan kendaraan listrik seiring peningkatan realisasi pengiriman, serta kontribusi yang relatif stabil dari segmen manufaktur suku cadang.

Sementara itu, pertumbuhan laba kotor sepanjang 2025 didorong oleh perbaikan pricing di segmen kendaraan listrik yang berkontribusi pada penguatan margin laba kotor secara keseluruhan.

“Pada akhir tahun 2025, perseroan telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta sebagai bagian dari total pemesanan 80 unit. Sementara itu, 30 unit lainnya telah menyelesaikan tahap perakitan chassis di fasilitas PT VKTR Sakti Industries dan kini tengah memasuki tahap karoseri di perusahaan manufaktur rekanan Perseroan, PT Laksana Bus Manufaktur,” ujar Anin dalam rilis resminya, Sabtu (28/2/2026).

Pada 2025 ini, VKTR juga telah menyelesaikan pengiriman 3 unit bus listrik untuk mobilisasi karyawan ke salah satu perusahaan pertambangan swasta. Perseroan juga telah melakukan serah terima 5 unit compactor kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan 5 unit dump truck kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Beberapa di antara truk ini akan difungsikan menjadi kendaraan pengangkut sampah perkotaan yang akan diolah menjadi energi listrik guna mendukung implementasi program WTE Danantara.

Hingga Desember 2025, VKTR juga telah menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan swasta lintas industri.

“Sehingga total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR yang telah dirampungkan sejak awal berdirinya hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift,” ujarnya.

Anin mengatakan tren tersebut menunjukkan penerimaan pasar yang kian positif terhadap solusi mobilitas berbasis listrik, sekaligus memperkuat posisi VKTR sebagai salah satu pemain utama dalam transisi menuju ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

Pada segmen manufaktur suku cadang, VKTR mencatatkan kinerja penjualan yang relatif stabil dengan penurunan tipis. Hal ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan penjualan otomotif nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan otomotif nasional mencatat penurunan sebesar 7% YoY pada 2025.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *