JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik pada hari ini, Jumat (20/1/2026) waktu Indonesia. Perjanjian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara dua negara besar tersebut.
Dalam siaran resmi yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), proses penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Meski demikian, tidak terlihat kehadiran Presiden Prabowo Subianto maupun Presiden AS Donald Trump dalam acara tersebut.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan informasi resmi mengenai isi kesepakatan antara Indonesia dan AS. Selain itu, belum ada penjelasan lebih lanjut tentang tarif yang berlaku pasca penandatanganan perjanjian tersebut. Dari sisi bisnis, beberapa media telah mencoba menghubungi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari mantan pejabat Kementerian Keuangan tersebut.
Tarif Bea Masuk 19%
Meskipun demikian, sebelumnya pemerintah telah menyatakan bahwa Amerika Serikat menurunkan tarif impor menjadi 19% bagi produk-produk asal Indonesia. Sementara itu, komoditas unggulan Indonesia seperti sawit, kopi, dan kakao mendapatkan tarif bea masuk 0%.
Sebelumnya, pada awal 2025, Presiden AS Donald Trump memberikan tarif impor sebesar 32% kepada Indonesia. Setelah melalui sejumlah proses negosiasi, termasuk langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah AS sepakat menurunkan tarif impor untuk produk Indonesia menjadi 19%. Sebaliknya, sebagian besar produk asal AS yang masuk ke Indonesia diberi tarif bebas bea masuk.
Kemenko Perekonomian, sebagai instansi yang memimpin proses perundingan sejak 2025 lalu, menyatakan bahwa negosiasi tarif telah rampung. Kedua negara juga telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).
Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS, sedangkan AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. Namun, pengecualian tarif 19% berlaku untuk sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.
Rangkaian Kunjungan Prabowo
Presiden Prabowo diketahui telah tiba di AS setelah berangkat dari Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (16/2/2026). Sehari sebelumnya, ia menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2/2026). Pertemuan ini digelar guna menyamakan posisi kebijakan serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi.
Beberapa menteri yang hadir yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
“Pertemuan membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto melalui siaran pers, dikutip kembali pada Rabu (18/2/2026).
Rangkaian Kunjungan Prabowo
Haryo menambahkan, rangkaian kunjungan Presiden juga akan mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia maupun AS sebagai bagian dari rangkaian acara penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Presiden RI dengan Presiden AS.
Pada pertemuan di Hambalang akhir pekan lalu, Presiden Prabowo disebut menekankan pentingnya memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan terukur menjelang sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat, termasuk pertemuan dengan AS.
Prabowo disebut mengarahkan agar setiap perundingan harus memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah juga diarahkan memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan tidak merugikan kepentingan nasional.
Presiden ke-8 itu juga turut mengingatkan agar setiap kebijakan ekonomi memberikan manfaat nyata dan dapat segera dirasakan masyarakat Indonesia. Fokus kebijakan tidak hanya pada kesepakatan formal, tetapi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, dan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Selain agenda perdagangan, kunjungan Prabowo ke AS juga dalam rangka mengikuti KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026. Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Menutup keterangannya, Haryo menyampaikan optimisme pemerintah terhadap hasil kesepakatan tersebut. Dia juga menambahkan bahwa Menko Airlangga telah berangkat terlebih dahulu ke AS untuk melakukan persiapan dan menyambut kehadiran Presiden.
“Hadirnya para menteri bidang ekonomi di Hambalang sebelum keberangkatan Presiden merupakan bentuk konsolidasi akhir agar posisi Indonesia solid dalam perundingan. Kita berharap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia,” ujarnya.











