Keputusan Ekstrem Seorang Manajer untuk Mengubah Kehidupan
Seorang manajer yang sebelumnya bekerja di ibu kota akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan beralih profesi menjadi peternak ikan. Keputusan ini membuatnya meninggalkan kehidupan yang dinamis dan penuh tekanan, lalu memilih hidup di sebuah pulau terpencil.
Yue Li, yang dulu bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan properti besar, kini tinggal di Pulau Dongzhai, sebuah pulau tak berpenghuni di Laut China Timur. Ia memilih untuk mengasingkan diri setelah merasa lelah dengan ritme kerja yang begitu melelahkan selama 20 tahun. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan bahwa ia sering melakukan perjalanan bisnis hingga 300 hari dalam setahun. Saat di Beijing, ia menghabiskan empat jam sehari hanya untuk bolak-balik antara kantor dan rumah. Hal ini menyebabkan kesehatannya menurun drastis.
Keputusan Yue Li ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Banyak orang menganggap karier sebagai manajer senior adalah puncak kesuksesan, namun bagi Yue Li, jabatan tersebut justru menjadi penjara yang menguras energinya. Akibatnya, ia memutuskan untuk mengambil langkah ekstrem dan meninggalkan kemapanan kota besar.
Perubahan Hidup yang Drastis
Kini, tugas harian Yue Li sangat berbeda dari pekerjaannya sebelumnya. Sebagai inspektur kualitas di pangkalan pembibitan ikan, ia harus mencatat suhu air, memantau gelombang, dan memeriksa peralatan pakan. Gajinya pun turun drastis, hanya sekitar 3.000 yuan atau sekitar Rp 7,8 juta per bulan. Meskipun begitu, ia merasa lebih tenang dan bahagia dengan kehidupan barunya.
Hidup di pulau tak berpenghuni tidak seindah yang terlihat di media sosial. Pada bulan pertama, Yue Li harus menghadapi cuaca ekstrem. Saat hujan deras, air bocor dari atap dapur, dan jika angin mencapai Level 9, ia bahkan tidak bisa menyalakan api untuk memasak. Fasilitas sangat minim, dan pasokan logistik hanya datang jarang. Bahkan, pada hari pertamanya, pasta giginya dicuri oleh tikus-tikus yang berkeliaran di pulau tersebut.
Menemukan Kebebasan dalam Kesederhanaan
Meskipun menghadapi tantangan, Yue Li mengaku tidak menyesal dengan keputusannya. Ia kini memiliki waktu luang yang melimpah untuk membaca buku dan menikmati matahari terbenam—hal yang mustahil ia dapatkan saat masih bekerja di Beijing. Ia juga sering membagikan momen-momen kecil seperti berhasil menangkap belut atau kepiting besar menggunakan perangkap. “Pasokan kepiting di sini sangat melimpah, lebih dari cukup untuk saya makan. Saya telah mencari kebebasan dan kedamaian batin di lingkungan yang sederhana namun keras ini,” kata dia dalam sebuah klip video.
Kasus Korupsi di Perusahaan Hiburan
Di sisi lain, ada kasus korupsi yang terjadi di sebuah perusahaan taman hiburan di Kota Denpasar, Bali. Tersangka bernama Robby Putra Syamsuar (35), seorang manajer keuangan dan akuntansi, menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 661.172.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli sneaker dan berfoya-foya. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, termasuk 17 pasang sneaker, 17 tas, puluhan potong celana dan baju, jam tangan, serta sandal dari berbagai merek ternama.
Robby bertanggung jawab mengumpulkan uang hasil penjualan tiket harian, namun ia mengambil uang tersebut untuk kepentingan pribadinya selama 19 hari, mulai dari 16 Agustus hingga 3 September 2025. Setelah diketahui oleh perusahaan, ia langsung dilaporkan ke polisi. Akhirnya, tersangka ditangkap saat sedang makan di sebuah warung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11 September 2025.
Berita Viral Lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya bisa ditemukan di Google News.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











