Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 terlihat cenderung lesu, namun penjualan sepeda motor baru justru menunjukkan stabilitas. Hal ini menjadi indikasi bahwa kendaraan bermotor tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai alat transportasi yang efisien dan efektif.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi bahwa kondisi pasar motor di tahun 2026 akan mengikuti tren yang sama seperti tahun sebelumnya. Realisasi penjualan motor di pasar domestik selama tahun 2025 mencapai angka 6.412.769 unit. Angka ini tumbuh sebesar 1,3% dibandingkan dengan periode Januari-Desember tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terjadi meskipun daya beli masyarakat mengalami pelemahan.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menjelaskan bahwa kestabilan pasar motor domestik tidak lepas dari keberhasilan pelaku industri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan alat transportasi yang efisien dan efektif untuk mendukung aktivitas harian. Pada awal tahun lalu, AISI memproyeksikan penjualan motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dan akhirnya ditutup di angka 6.412.769 unit.
Rata-rata penjualan per bulan sepeda motor domestik mencapai 535.000 unit. Angka ini menunjukkan bahwa sepeda motor masih sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun gaya hidup. AISI berharap pertumbuhan ini dapat terus berlanjut di tahun 2026 sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Segmen Pasar Motor
Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi sebesar 91,7%. Sementara itu, motor underbone menyumbang 4,46%, motor sport sebesar 3,51%, dan motor listrik hanya memberikan kontribusi di bawah 1%.
Sigit juga menyebutkan bahwa dukungan dari industri pembiayaan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar motor tahun lalu. Dengan pendanaan yang kuat dan sehat, masyarakat lebih mudah mendapatkan kemudahan saat ingin membeli motor. Kontribusi pembelian secara kredit mencapai sekitar 65%, sehingga industri pembiayaan menjadi sistem pendukung yang vital dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar.
Perkembangan Geografis
Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa cukup signifikan, sehingga menjadi kompensasi terhadap penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditi dari luar pulau yang positif membantu menyeimbangkan pelemahan daya beli di Pulau Jawa, yang beberapa industri kesulitan dan terpaksa merumahkan karyawan.
Untuk menjaga agar pasar tetap bergairah, para pelaku industri melakukan berbagai upaya, termasuk meluncurkan produk-produk sepeda motor terbaru. AISI juga menggelar acara pameran motor tahunan, Indonesia Motorcycle Show (IMOS), yang digelar di ICE BSD pada tanggal 24-28 September 2025. Acara ini berhasil mencatat peningkatan jumlah pengunjung dan transaksi. Terdapat 103.789 pengunjung dan lebih dari 1.500 unit motor terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp 70 miliar.
Kinerja Ekspor
Selain stabilitas pasar domestik, kinerja industri sepeda motor Tanah Air juga mencatat peningkatan penjualan di pasar ekspor. Selama 12 bulan tahun 2025, anggota AISI mampu mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam kondisi utuh (CBU) dan 8.139.894 set unit dalam kondisi terurai (CKD), serta export part sebanyak 138.455.487 pcs.
Prediksi Pasar 2026
Memasuki tahun 2026, AISI melihat potensi pertumbuhan pasar motor domestik, meskipun dihadapi berbagai tantangan ekonomi. Pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan oleh sejumlah pemerintah daerah dikhawatirkan menjadi batu ujian pertama bagi pelaku industri. Sigit berharap jika ada kenaikan opsen, pemerintah juga memberikan insentif tanpa menaikkan pajak kendaraan agar dampaknya tidak terlalu besar terhadap permintaan konsumen.
Selain itu, efek dari kondisi geopolitik global juga berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan kondisi cuaca akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat. Namun, dukungan dari lembaga pembiayaan yang kuat diharapkan dapat mendorong realisasi penjualan di pasar motor domestik.
Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.












