Bursa Efek Indonesia (BEI) Mengungkap 70 Emiten Berpotensi Delisting pada Tahun 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa sebanyak 70 emiten berpotensi menghadapi delisting atau penghapusan pencatatan saham pada tahun 2026. Kebijakan ini terkait dengan status suspensi perdagangan saham yang dialami oleh perusahaan-perusahaan tersebut selama enam bulan atau lebih hingga akhir tahun 2025.
Daftar emiten yang berpotensi mengalami delisting mencakup berbagai sektor, termasuk perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT PP Properti Tbk (PPRO). Informasi ini diumumkan melalui Pengumuman Bursa Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang dirilis pada Desember 2025. Menurut BEI, per tanggal 30 Desember 2025, saham dari puluhan perusahaan telah berada dalam status suspensi yang mencapai atau melampaui batas waktu enam bulan.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto, menjelaskan bahwa sesuai ketentuan bursa, saham yang disuspensi selama periode tersebut masuk kategori yang wajib diumumkan kepada publik sebagai calon emiten berpotensi delisting. Ia menyatakan bahwa per tanggal 30 Desember 2025, suspensi efek atas perusahaan tercatat berikut ini telah mencapai jangka waktu enam bulan atau lebih.
Aturan Delisting BEI
Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting). Dalam aturan tersebut, BEI memiliki kewenangan untuk melakukan delisting jika perusahaan tercatat:
– Mengalami kondisi atau peristiwa signifikan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha,
– Tidak lagi memenuhi persyaratan pencatatan, atau
– Sahamnya disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, maupun di seluruh pasar, selama paling singkat 24 bulan.
Namun, aturan yang sama juga mewajibkan BEI untuk mengumumkan potensi delisting lebih dini, yakni ketika saham emiten telah disuspensi selama enam bulan berturut-turut. Pengumuman ini disampaikan secara berkala setiap Juni dan Desember hingga status suspensi dicabut atau delisting resmi dilakukan.
Daftar Emitter yang Berpotensi Delisting
BEI mencatat bahwa hingga akhir Desember 2025, emiten yang masuk dalam daftar ini berasal dari beragam sektor, mulai dari industri dasar, properti dan real estat, energi, sektor siklikal dan non-siklikal, teknologi, infrastruktur, hingga keuangan. Durasi suspensi yang dialami pun bervariasi, dari enam bulan hingga bahkan lebih dari 80 bulan.
BEI mengimbau investor dan pemangku kepentingan untuk mencermati kondisi masing-masing emiten dan mengakses informasi resmi melalui keterbukaan informasi perusahaan. “Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perseroan, dapat menghubungi sekretaris perusahaan masing-masing. Informasi profil dan keterbukaan terakhir dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia,” kata Adi.
Berikut adalah daftar 70 emiten yang berpotensi delisting oleh BEI:
- PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
- PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
- PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
- PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
- PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
- PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
- PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
- PT Cowell Development Tbk (COWL)
- PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
- PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
- PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
- PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
- PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
- PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
- PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
- PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
- PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
- PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
- PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
- PT Indofarma Tbk (INAF)
- PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
- PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
- PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
- PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
- PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
- PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
- PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
- PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
- PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
- PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
- PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
- PT Metro Realty Tbk (MTSM)
- PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
- PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
- PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
- PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
- PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
- PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
- PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
- PT PP Properti Tbk (PPRO)
- PT Master Print Tbk (PTMR)
- PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
- PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
- PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
- PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
- PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
- PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
- PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
- PT SMR Utama Tbk (SMRU)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
- PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
- PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
- PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
- PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
- PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)
- PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
- PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
- PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
- PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
- PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
- PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
- PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
- PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











