Proyek Tol Getaci: Dari Ketidakpastian ke Kepastian
Proyek jalan tol yang dikenal dengan nama Tol Getaci, salah satu proyek infrastruktur terbesar di Jawa Barat, telah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali diajukan. Pada tahun 2025, proyek ini akhirnya menemukan kepastian akan kelanjutannya, meski masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar proyek ini benar-benar bisa terwujud.
Tahun 2025 sudah hampir berakhir dan tahun 2026 segera tiba. Pertanyaan besar muncul apakah proyek jalan tol terpanjang di Indonesia ini hanya akan menjadi sekadar kepastian atau benar-benar akan dibangun pada tahun tersebut. Warga Jawa Barat, khususnya di kawasan Priangan Timur, sangat berharap agar proyek ini dapat segera terealisasi.
Rencana pembangunan jalan tol ke wilayah Jabar selatan, khususnya melalui Priangan Timur, sudah lama diusulkan. Proyek ini awalnya bernama Tol Citas (Cileunyi-Tasikmalaya), namun pada tahun 2016 berganti nama menjadi Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya). Setelah diambil alih oleh pemerintah pusat, proyek ini kembali berubah nama menjadi Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap), dengan panjang total 206,65 kilometer. Proyek ini diharapkan menjadi ruas jalan tol terpanjang di Indonesia.
Pergeseran rute juga terjadi dalam perkembangan proyek ini. Awalnya rute dimulai dari Cileunyi, tetapi setelah perubahan trase, proyek ini mulai berawal dari Gedebage. Rute juga bergeser ke selatan melalui Garut Selatan dan Singaparna.
Tahun 2025: Menemukan Kepastian
Sejak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan hasil lelang proyek Tol Getaci pada akhir 2021 dibatalkan dan harus dilakukan lelang ulang, proyek ini menghadapi ketidakpastian. Hingga tahun 2025, belum ada kepastian kapan lelang ulang akan dilaksanakan setelah dua kali tahapan prakualifikasi gagal.
Di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, muncul kekhawatiran bahwa proyek ini akan mangkrak, karena tidak masuk daftar Proyek Strategi Nasional (PSN). Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan juga memengaruhi proyek ini, sehingga harus dilakukan evaluasi ulang.
Namun, pada September 2025, pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi memasukkan proyek Tol Getaci ke dalam PSN. Selain itu, Kementerian PU menyatakan bahwa proyek ini termasuk di antara 19 proyek jalan tol nasional yang akan dilelang pada 2026.
Menunggu Tol Getaci Terwujud, Profil pun Berubah
Meskipun ada kepastian, warga Jabar tetap menantikan kapan proyek Tol Getaci benar-benar akan dibangun. Pada kunjungan ke Bandung di awal Desember 2025, Menteri PU Dody Hanggodo mentargetkan proyek Tol Getaci akan mulai dibangun pada tahun 2026. Ini menjadi kabar gembira karena Kementerian PU lebih optimistis proyek ini akan segera terwujud karena banyak investor yang tertarik ikut lelang.
Namun, sejalan dengan evaluasi besar-besaran terhadap proyek ini, profil jalan tol ini akan mengalami perubahan. Status proyek yang awalnya inisiatif swasta berubah menjadi inisiatif pemerintah. Bentangan jalan tol juga berubah, dengan ruas yang ditawarkan di lelang 2026 adalah Tahap Gedebage hingga Tasikmalaya sepanjang 95,52 kilometer, bukan Gedebage-Ciamis.
Profil teknis tetap sama seperti rencana awal, yaitu terdiri dari 2 jalur dengan masing-masing 2 lajur dan lebar lajur 3,60 meter. Jika pembangunan pertama dilakukan dari Gedebage hingga Tasikmalaya, maka jalan tol ini akan difasilitasi 1 junction dan 6 exit tol:
- Junction Gedebage
- Exit Tol Majalaya
- Exit Tol Nagreg
- Exit Tol Garut Utara
- Exit Tol Garut Selatan
- Exit Tol Singaparna
- Exit Tol Kota Tasikmalaya
Tahun 2026 segera tiba, semoga saja proyek Tol Getaci yang sudah lama didambakan warga Jawa Barat akan benar-benar terealisasi.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











