Daftar Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes Tahun 2025
Pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengalami pertumbuhan yang luar biasa pada tahun ini. IHSG naik sebesar 17%, menjadi pendorong utama peningkatan kekayaan kolektif para taipan di Indonesia. Angka yang mencerminkan kondisi ekonomi negara ini sangat menarik perhatian.
Kekayaan kolektif dari 50 orang terkaya di Indonesia kini mencapai USD 306 miliar atau sekitar Rp 5.100,7 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 263 miliar. Berikut adalah rangkuman 10 besar orang terkaya di Indonesia berdasarkan daftar terbaru:
1. Hartono Bersaudara Tetap di Puncak
Hartono bersaudara, yaitu R. Budi Hartono dan Michael Hartono, tetap mempertahankan posisi teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia. Meskipun pasar saham mengalami fluktuasi, mereka masih menjadi pemain utama di sektor perbankan.
Namun, nilai kekayaan mereka sedikit turun akibat pelemahan saham Bank Central Asia (BCA) sebesar 15%. Total kekayaan mereka kini mencapai USD 43,8 miliar atau sekitar Rp 730,1 triliun.
2. Prajogo Pangestu Naik Ke Peringkat Kedua
Prajogo Pangestu berhasil menempati posisi kedua dengan total kekayaan sebesar USD 39,8 miliar atau sekitar Rp 663,4 triliun. Kenaikan kekayaannya sebesar 23% didorong oleh aksi korporasi terbarunya, termasuk IPO Chandra Daya Investasi (CDIA) yang memberinya dana segar sebesar USD 140 juta atau sekitar Rp 2,33 triliun.
3. Keluarga Widjaja Melonjak Pesat
Keluarga Widjaja mencatat kenaikan kekayaan terbesar tahun ini. Mereka melonjak ke posisi ketiga dengan total kekayaan USD 28,3 miliar atau sekitar Rp 471,7 triliun. Lonjakan ini dipengaruhi oleh kenaikan saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik lebih dari dua kali lipat akibat ekspansi bisnis di sektor energi terbarukan.
4. Low Tuck Kwong Turun Ke Peringkat Keempat
Taipan batu bara, Low Tuck Kwong, harus turun ke peringkat keempat setelah sebelumnya berada di posisi tiga. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan saham Bayan Resources (BYAN) dan penurunan laba bersih per kuartal tiga.
Pada Agustus 2024, Low Tuck Kwong melakukan transfer saham signifikan kepada putrinya, Elaine, senilai USD 6,6 miliar, yang menandai transisi kepemilikan bisnis ke generasi berikutnya.
5. Anthoni Salim dan Keluarga Stabil
Anthoni Salim dan keluarganya tetap stabil di posisi kelima dengan total kekayaan USD 13,6 miliar atau sekitar Rp 226,7 triliun. Stabilitas ini mencerminkan ketahanan portofolio bisnis mereka di sektor makanan, perbankan, dan telekomunikasi.
6. Otto Toto Sugiri Masuk 10 Besar Pertama Kalinya
Otto Toto Sugiri sukses masuk 10 besar untuk pertama kalinya. Kekayaannya yang mencapai USD 11,3 miliar atau sekitar Rp 188,4 triliun didorong oleh lonjakan saham DCI Indonesia (DCII) yang melonjak 481,35 persen secara year to date.
7. Tahir dan Keluarga
Tahir, pendiri Mayapada Group, menempati posisi keenam dengan total kekayaan USD 9,8 miliar atau sekitar Rp 163,4 triliun. Bisnis Mayapada mencakup berbagai sektor seperti perbankan, kesehatan, media, dan real estat.
8. Marina Budiman Satu-Satunya Perempuan
Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia. Kekayaannya mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar Rp 136,7 triliun. Ia mendirikan DCI Indonesia pada tahun 2011 dan bekerja sama dengan Otto Toto Sugiri serta Han Arming Hanafia.
9. Wijono, Hermanto Tanoko dan Keluarga
Duo pengendali Tancorp ini menempati peringkat sembilan dengan total kekayaan USD 8,1 miliar atau sekitar Rp 134 triliun. Ekspansi bisnis properti dan konsumsi mendukung peningkatan nilai kekayaan mereka.
10. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia, pemilik Indorama Corporation, menempati posisi ke-10 dengan total kekayaan USD 8 miliar. Indorama Corporation adalah perusahaan petrokimia dan tekstil yang berdiri sejak tahun 1976. Perusahaan ini telah berkembang menjadi raksasa bahan baku industri global.











