"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Cabang Bank Terus Tutup, Ratusan Tutup dalam Setahun



JAKARTA – Keputusan PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) untuk menutup sejumlah kantor cabang semakin memperluas daftar panjang jumlah kantor cabang bank yang tutup.

Melalui laman resminya, Bank QNB Indonesia mengumumkan bahwa operasional kantor cabang di Bandung Dago, Semarang Gajah Mada, Surabaya Darmo, dan Jakarta Pluit akan dihentikan mulai 5 Januari 2026. Operasional kantor-kantor tersebut akan dialihkan ke beberapa kantor cabang di Jakarta, seperti Jakarta SCBD dan Jakarta Gajah Mada.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa Kantor Cabang (KC) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di bawah efektif tidak beroperasi pada Senin, 5 Januari 2026,” tulis manajemen melalui laman resminya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan jumlah kantor bank baik BUMN, BPD, maupun swasta pada Juni 2025, sementara jumlah kantor bank asing tetap stabil.

Dalam laporan Statistik Perbankan Indonesia, secara keseluruhan jumlah kantor bank menyusut dari 24.170 unit pada Juni tahun lalu menjadi 23.538 unit pada Juni 2025 atau berkurang sebanyak 632 unit dalam setahun.

Menurut data OJK, jumlah kantor cabang bank pelat merah pada Juni 2025 mencapai 12.078 unit. Angka ini turun 2,31% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding Juni 2024 yang tercatat sebanyak 12.364 unit. Dengan demikian, selama setahun terdapat 286 kantor bank milik negara yang ditutup.

Penurunan juga terjadi pada BPD dan bank swasta. Jumlah kantor cabang BPD susut 1,16% YoY menjadi 3.999 unit pada Juni 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, OJK mencatat jumlah kantor cabang BPD sebanyak 4.046 unit.

Sementara itu, jumlah kantor cabang swasta pada Juni 2025 tercatat sebanyak 7.442 unit. Angka ini turun 3,86% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 7.741 unit.

Di sisi lain, jumlah kantor bank asing tercatat stagnan, yakni sebanyak 19 unit. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan sejak 2023. Dengan demikian, jumlah kantor cabang bank per Juni 2025 mencapai 23.538 unit.

Menurut lokasi bank, OJK melaporkan bahwa Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah menjadi lima wilayah dengan penurunan jumlah kantor bank terbanyak.

Pada Juni 2025, jumlah kantor bank di Riau turun 3,44% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 371 unit. Kantor bank di Sulawesi Utara turun 3,27% menjadi 59 unit, Kalimantan Barat turun 2,59% menjadi 75 unit, Sumatra Barat turun 2,38% menjadi 82 unit, dan Jawa Tengah turun 2,20% menjadi 311 unit.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya menyatakan bahwa penurunan jumlah kantor cabang bank secara tren merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank.

Menurutnya, tren ini akan terus berlanjut seiring dengan peningkatan adopsi teknologi informasi di bidang keuangan, yang semakin masif berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.

Apalagi, lanjut dia, digitalisasi membuat nasabah mendapatkan akses layanan kapan saja dan di mana saja, sehingga efisiensi operasional menjadi fokus utama.

“Adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja, sehingga meminimalisir pemanfaatan layanan kantor bank dalam hal tidak produktif dan memiliki volume transaksi yang rendah,” ujarnya dalam jawaban tertulis belum lama ini.

Meskipun begitu, Dian menekankan bahwa proses penutupan cabang yang berdampak pada pengurangan pegawai telah diantisipasi melalui program pelatihan ulang (retraining) dan realokasi ke unit bisnis lain dalam lingkup bank.

“Hingga saat ini, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tidak menimbulkan persoalan besar karena bank-bank terus didorong mematuhi aturan ketenagakerjaan, termasuk dalam hal pemberian kompensasi yang layak bagi pegawai terdampak,” tuturnya.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *