"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Hukum  

Kasus Pengembangan Usaha Bodong Net89 Bareskrim Sita Rp52 Miliar, Dikembalikan ke Korban?

Kasus Pengembangunan Usaha Bodong Net89 Bareskrim Sita Rp52 Miliar, Dikembalikan ke Korban?

Jenepontoinfo.com – JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Kondisi Keuangan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita uang sebesar Rp52,5 miliar pada persoalan hukum penanaman modal bodong robot trading Net89 yang dikelola PT SMI. Lantas, apakah uang yang dimaksud akan datang dikembalikan ke korban?

“Terkait dengan nasibnya para korban terkait permasalahan barang bukti, untuk barang bukti nanti kan akan disidangkan lalu pada waktu disidangkan akan diputuskan,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf dikutipkan Kamis (23/1/2025).

Pihaknya, kata Helfi, pada waktu ini dibantu oleh Lembaga Perlindungan Saksi lalu Korban (LPSK). Mereka nantinya akan memperjuangkan uang yang dimaksud untuk bisa saja kembali ke korban.

“Karena pada waktu ini kita juga didampingi LPSK untuk perkara ini kemudian LPSK tentunya akan membantu bagaimana proses itu diharapkan putusannya dapat dikembalikan ke korban,” ucap Helfi.

“Dalam proses persidangan nanti dari LPSK pasti akan dimintai pendapat, biasanya hakim akan memperhatikan hal itu,” sambung dia.

Sebagai informasi, pada perkara ini polisi telah lama menetapkan 15 dituduh yang dimaksud terdiri dari 14 perseorangan dan juga satu korporasi.

Sembilan di area antaranya sudah ada dijalankan penahanan, dua tidaklah dijalankan pemidanaan lantaran sakit keras kemudian tiga orang masih dilaksanakan pengejaran lalu polisi sudah ada mengeluarkan red notice.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *