"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Penjualan BLES Naik 2,73%, Tapi Laba Turun 47,63% di 2025



Pertumbuhan Penjualan BLES Tidak Diikuti Peningkatan Laba

Pada tahun 2025, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan. Namun, tren ini tidak diiringi dengan peningkatan laba perusahaan. Laba bersih BLES menurun sebesar 47,63% secara tahunan (year on year/ yoy) dari Rp 160,30 miliar menjadi Rp 83,94 miliar pada 2025.

Sementara itu, penjualan bersih perusahaan yang memproduksi bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block meningkat sebesar 2,73% (yoy) dari Rp 1,46 triliun menjadi Rp 1,50 triliun. Meski demikian, beban pokok penjualan BLES justru naik lebih tinggi, yakni sebesar 12,14% (yoy) menjadi Rp 1,11 triliun dari sebelumnya Rp 993,75 miliar.

Kenaikan beban pokok penjualan tersebut menyebabkan laba bruto BLES turun sebesar 17,09% (yoy) dari Rp 469,16 miliar menjadi Rp 388,94 miliar. Selain itu, jumlah beban usaha BLES juga meningkat sebesar 1,79% (yoy) menjadi Rp 254,55 miliar.

Akibatnya, laba usaha BLES terpangkas sebesar 38,66% (yoy) menjadi Rp 134,38 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 219,08 miliar pada 2024. Beban lain-lain neto BLES juga melonjak sebanyak 71,64% (yoy) menjadi Rp 27,12 miliar.

Meskipun jumlah beban pajak penghasilan BLES menurun sebesar 45,38% (yoy) menjadi Rp 23,15 miliar, laba tahun berjalan BLES tetap ambles sebesar 47,72% (yoy) dari Rp 160,89 miliar menjadi Rp 84,10 miliar pada 2025.

Secara keseluruhan, laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan BLES turun dari Rp 19,69 pada 2024 menjadi Rp 9,44 per saham pada 31 Desember 2025.

Pembukaan Pabrik Kelima sebagai Pencapaian Utama

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia pada Senin (30/3/2026), Manajemen BLES menyoroti pembukaan pabrik kelima di Banjarnegara sebagai salah satu pencapaian penting perusahaan pada tahun 2025. Dengan pembukaan pabrik tersebut, saat ini BLES mengoperasikan lima pabrik di lima lokasi, dengan enam line produksi.

Lokasi pabrik BLES mencakup Jawa Timur (Mojokerto, Lamongan, dan Sidoarjo) serta Jawa Tengah (Sragen dan Banjarnegara). Volume penjualan BLES pada tahun lalu tercatat sebesar 3,67 juta m³. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan volume penjualan tahun 2024 yang hanya sebesar 3,01 juta m³.

Sejak tahun 2013, BLES telah berhasil menjaga tren pertumbuhan volume penjualan. Pada tahun tersebut, volume penjualan hanya sebesar 12.000 m³.

Analisis Industri dan Strategi Perusahaan

Berdasarkan analisis industri yang dilakukan oleh Manajemen BLES, sektor konstruksi nasional menunjukkan pertumbuhan yang didorong oleh Program Strategis Nasional (PSN), peningkatan pembangunan perumahan, apartemen, dan kawasan industri. Hal ini mendorong permintaan material bangunan ringan yang efisien dan ramah lingkungan.

Manajemen BLES menyoroti peralihan dari bata konvensional ke bata ringan. “Bata ringan menggantikan bata konvensional karena mempercepat pembangunan, lebih ringan dan presisi tinggi, efisiensi biaya pemasangan dan finishing, serta ramah lingkungan,” tulis Keterbukaan Informasi tersebut.

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, Manajemen BLES telah menyusun tiga rencana strategis, yaitu:

  • Diversifikasi produk, termasuk panel ACC merek Superiore
  • Unit bisnis bahan baku, seperti aluminium paste
  • Unit bisnis armada transportasi, yang saat ini memiliki 667 unit dengan penambahan 50 unit

Tiga rencana usaha tersebut akan didukung oleh beberapa strategi, antara lain:

  • Adopsi teknologi terkini
  • R&D secara kontinyu
  • Pendekatan pasar yang lebih dekat
  • Pemerataan distribusi hingga ke pelosok
  • Distribusi hingga pengguna akhir
  • Penetrasi dan edukasi pasar potensial
  • Mencapai skala ekonomi yang optimal
Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *