"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Bisnis  

Puncak Forum Fortune Indonesia 2026: Gagasan, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pembukaan FORTUNE Indonesia Summit (FIS) 2026

FORTUNE Indonesia Summit (FIS) 2026 resmi dibuka dengan pidato pembuka dari Winston Utomo, Founder & CEO IDN. Dalam sambutannya, Winston menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika bisnis global yang terus berkembang. Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh hanya berfokus pada angka semata.

“Valuasi bisa menarik perhatian, tetapi value yang menentukan ketahanan. Kita harus membangun bisnis yang menciptakan nilai nyata, bukan sekadar pertumbuhan angka,” ujarnya.

Winston juga menambahkan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis bagi para pemimpin bisnis untuk merumuskan arah pertumbuhan yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan.

Transformasi Kepemimpinan di Tengah Perubahan Lanskap Industri Global

Dalam sesi ini, Bani M. Mulia, President Director Samudera Indonesia, dan Andri Pratiwa, Managing Director Lubricants Shell Indonesia, membahas transformasi kepemimpinan di tengah perubahan lanskap industri global. Diskusi menyoroti peran pemimpin dalam membangun ketangguhan organisasi, budaya adaptif, serta pengambilan keputusan yang responsif terhadap perubahan.

Bani menegaskan,
“Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, kepemimpinan bukan lagi tentang mengontrol perubahan, tetapi tentang menavigasinya dengan disiplin, data, dan keberanian mengambil keputusan.”

Strategi Pertumbuhan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan di Tengah Kompleksitas Ekonomi Global

Sesi ini mengulas strategi pertumbuhan bisnis dan pengelolaan kekayaan di tengah kompleksitas ekonomi global. Jasmine Prasetio, Managing Director Southeast Asia Sotheby’s, bersama Petronella Soan, Chief Operating Officer Central Mega Kencana, membahas pentingnya memahami perilaku konsumen kelas atas serta membangun kepercayaan melalui pendekatan jangka panjang.

Dalam diskusi tersebut, keduanya menekankan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh strategi pasar, tetapi juga oleh keselarasan nilai antara individu dan organisasi. Petronella menyampaikan,

“Nilai yang kita pegang sebagai individu harus sejalan dengan nilai perusahaan tempat kita bekerja. Integritas adalah fondasi utama. Ketika value pribadi dan value perusahaan berjalan seirama, kepercayaan akan tumbuh secara alami, baik di dalam organisasi maupun di mata pelanggan.”

Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global, menjaga integritas dan konsistensi nilai menjadi kunci dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen serta memperkuat reputasi perusahaan.

Peran Teknologi sebagai Penggerak Nilai Bisnis

Patrick Yip, Founding Partner Intudo, Yoshua Tanu, Co-founder & CEO Jago Coffee, dan Devin Widya Krisnadi, CEO F&B ID – Kawan Lama Group, berbagi pandangan mengenai peran teknologi sebagai penggerak nilai bisnis. Diskusi menekankan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mendorong efisiensi, inovasi, serta keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di berbagai sektor industri.

Dalam sesi tersebut, Yoshua Tanu menegaskan bahwa percepatan teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi industri yang berbasis pengalaman manusia.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak membuat kami khawatir. Dalam bisnis kopi, aspek kemanusiaan tetap menjadi inti. Di Jago Coffee, kami mengutamakan hubungan yang dekat dan personal dengan konsumen. Teknologi justru membantu memperkuat koneksi itu, bukan menggantikannya,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan antara inovasi digital dan sentuhan manusia menjadi kunci dalam membangun brand yang relevan dan berkelanjutan di tengah perubahan zaman.

Pentingnya Momentum, Keyakinan, dan Disiplin Eksekusi dalam Pengambilan Keputusan Investasi

Hengky Adinata, Founder Remora Trader, membahas pentingnya momentum, keyakinan, dan disiplin eksekusi dalam pengambilan keputusan investasi. Ia menyoroti perlunya pemahaman risiko dan konsistensi strategi dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin volatil. Menurut Hengky,

“Dalam pasar yang volatil, keputusan investasi tidak bisa hanya bergantung pada intuisi. Dibutuhkan momentum yang tepat, keyakinan yang terukur, serta disiplin dalam mengeksekusi strategi.”

Ia menegaskan bahwa pengelolaan risiko yang matang menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar.

Pergeseran Ekspektasi Konsumen di Era Digital yang Semakin Dinamis

Hasan Aula, Deputy CEO Erajaya Group, dan Reny Futsy Yama, Chief Marketing Officer AstraPay, membahas pergeseran ekspektasi konsumen di era digital yang semakin dinamis. Keduanya sepakat bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan, kecepatan adaptasi, serta personalisasi layanan menjadi faktor kunci dalam membangun loyalitas dan keberlanjutan bisnis.

Hasan menekankan bahwa perubahan perilaku konsumen, khususnya di kalangan Milenial dan Gen Z, menuntut perusahaan untuk lebih responsif terhadap tren dan preferensi generasi.

“Kami melihat konsumen saat ini semakin menekankan kualitas dan pengalaman. Karena itu, kami terus menyesuaikan strategi, termasuk pemanfaatan teknologi seperti AI, agar tetap relevan dengan kebutuhan dan karakter setiap generasi,” ujar Hasan.

Diskusi ini menegaskan bahwa di tengah kompetisi yang semakin ketat, kemampuan memahami konsumen secara presisi menjadi keunggulan strategis yang menentukan daya saing jangka panjang.

Pentingnya Nilai, Budaya, dan Kepemimpinan dalam Menciptakan Keunggulan Jangka Panjang

Andre Djokosoetono, CEO Bluebird Group, Harman Subakat, Co-founder & Group CEO ParagonCorp, serta Santoso, Director Bank Central Asia, berbagi pandangan mengenai pentingnya nilai, budaya, dan kepemimpinan dalam menciptakan keunggulan jangka panjang. Diskusi menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kompetisi, tetapi juga oleh kekuatan internal dan kolaborasi berkelanjutan.

Menurut Andre,

“Keunggulan jangka panjang dibangun dari fondasi nilai dan budaya yang kuat. Kompetisi akan selalu ada, tetapi yang menentukan keberlanjutan adalah konsistensi dalam memegang prinsip serta kemampuan berkolaborasi untuk menciptakan nilai bersama.”

Ia menambahkan bahwa organisasi yang memiliki budaya solid akan lebih siap menghadapi dinamika industri dan menjaga relevansi di tengah perubahan.

Peran Generasi Muda dalam Mendorong Inovasi dan Transformasi Lintas Sektor

William Sutanto, CEO & Co-Founder INDODAX, dan dr. Ben Widjaja, MBChB(UK), Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group, berbagi perspektif mengenai peran generasi muda dalam mendorong inovasi dan transformasi lintas sektor. Sesi ini menyoroti kontribusi pemimpin muda sebagai motor penggerak masa depan industri Indonesia.

Menurut William,

“Generasi muda memiliki keberanian untuk bereksperimen dan melihat peluang di tengah disrupsi. Di industri digital dan aset kripto, adaptabilitas serta literasi yang kuat menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.”

Ia menambahkan bahwa transformasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan edukasi yang konsisten agar ekosistem dapat tumbuh secara sehat dan inklusif.

FORTUNE Indonesia Summit 2026: Forum Utama Pengambil Keputusan Bisnis Berpengaruh

FORTUNE Indonesia Summit 2026 menjadi ajang penting bagi para pemimpin bisnis untuk berdiskusi dan berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang di dunia bisnis saat ini. Forum ini tidak hanya menjadi wadah untuk berdialog, tetapi juga menjadi sarana untuk menciptakan solusi-solusi inovatif yang berdampak luas.














Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *