Pengumuman Pembentukan Joint Venture TikTok di Amerika Serikat
TikTok resmi membentuk joint venture di Amerika Serikat (AS) untuk memastikan aplikasi berbagi video itu tetap beroperasi di negara tersebut di bawah kepemimpinan baru asal Amerika. Dalam pengumuman pada Kamis (22/1/2026), TikTok menyebut Adam Presser ditunjuk sebagai CEO TikTok USDS Joint Venture. Presser sebelumnya menjabat sebagai kepala operasional serta trust and safety TikTok.
Presser telah bekerja di TikTok hampir empat tahun dan sebelumnya pernah menjabat sebagai eksekutif senior di Warner Bros. Sementara itu, CEO TikTok Shou Chew akan menjadi direktur di entitas baru tersebut. TikTok menyebut joint venture ini akan beroperasi sebagai entitas independen.
Perlindungan Data dan Keamanan Nasional
Dikutip dari CNBC, Jumat (23/1/2026), TikTok menyatakan TikTok USDS Joint Venture akan beroperasi dengan perlindungan ketat untuk menjaga keamanan nasional Amerika Serikat. “Joint venture ini akan beroperasi di bawah perlindungan yang ditetapkan untuk melindungi keamanan nasional melalui perlindungan data yang komprehensif, keamanan algoritma, moderasi konten, serta jaminan perangkat lunak bagi pengguna AS,” kata perusahaan.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyambut baik kesepakatan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut TikTok kini dimiliki oleh “kelompok patriot dan investor besar Amerika”. Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping atas kerja samanya dengan pemerintah AS dan karena telah menyetujui kesepakatan tersebut.
“Ia bisa saja mengambil langkah lain, tetapi tidak melakukannya, dan keputusan itu patut dihargai,” tulis Trump. Hingga kini, pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kesepakatan tersebut.
Susunan Dewan Direksi
Menurut TikTok, joint venture ini akan dipimpin oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, dengan mayoritas berasal dari Amerika Serikat. Selain Shou Chew, jajaran direksi mencakup Timothy Dattels dari TPG Global, Mark Dooley dari Susquehanna International Group, co-CEO Silver Lake Egon Durban, CEO DXC Technology Raul Fernandez, Kenneth Glueck dari Oracle, serta David Scott dari MGX.
ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, akan mempertahankan 19,9 persen saham di joint venture tersebut. Silver Lake, Oracle, dan MGX ditetapkan sebagai investor pengelola baru. Investor lain yang terlibat antara lain Vastmere Strategic Investments milik Michael Dell, Alpha Wave Partners, Revolution, serta Via Nova yang merupakan afiliasi General Atlantic.
Latar Belakang Regulasi AS
ByteDance sebelumnya terikat undang-undang keamanan nasional yang ditandatangani mantan Presiden AS Joe Biden. Aturan itu mewajibkan ByteDance menjual operasional TikTok di AS atau menghadapi larangan beroperasi. Namun, undang-undang tersebut tidak pernah diberlakukan setelah Presiden Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif tahun lalu. Perintah itu mencegah jaksa agung menegakkan aturan tersebut sambil memberi waktu bagi TikTok mencari pembeli.
Algoritma dan Operasional Global
TikTok menyebut interoperabilitas memungkinkan joint venture ini tetap memberikan pengalaman TikTok global kepada pengguna AS. “Interoperabilitas memungkinkan joint venture menyediakan pengalaman TikTok global bagi pengguna AS, memastikan kreator AS dapat ditemukan serta bisnis dapat beroperasi dalam skala global,” kata perusahaan.
Entitas global TikTok di AS akan mengelola interoperabilitas produk global serta sejumlah aktivitas komersial, termasuk e-commerce, periklanan, dan pemasaran. Algoritma rekomendasi konten TikTok kini akan dihosting di pusat data Oracle di Amerika Serikat. Algoritma tersebut akan dilatih ulang, diuji, dan diperbarui menggunakan data pengguna AS. Struktur baru ini juga disebut memungkinkan aplikasi lain milik ByteDance, seperti CapCut dan Lemon8, tetap beroperasi di Amerika Serikat.
Persetujuan Pemerintah AS dan China
Meski pemerintah China belum memberikan komentar publik, Semafor melaporkan bahwa pemerintah AS dan China telah menyetujui penjualan tersebut. Kesepakatan itu disebut akan rampung pekan ini. Sebelumnya pada September 2025, Trump mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping telah menyetujui untuk melanjutkan kesepakatan tersebut, yang kemudian diformalkan melalui perintah eksekutif.
Saat itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut ada “sebagian resistensi” dari pemerintah China terhadap kesepakatan tersebut. Ia mengatakan nilai bisnis TikTok di AS diperkirakan mencapai 14 miliar dollar AS. Nama entitas TikTok di AS pertama kali diungkapkan Shou Chew kepada karyawan pada Desember lalu. Chew juga menyebut TikTok telah menandatangani perjanjian untuk membentuk joint venture baru di Amerika Serikat.











