MAGELANG – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan perhatiannya terhadap dinamika lingkungan strategis global yang masih penuh dengan konflik di berbagai kawasan dunia. Khususnya, situasi di kawasan Teluk yang masih memicu ketegangan serta perang Rusia-Ukraina yang berlangsung hingga saat ini. Selain itu, ada juga ketegangan di wilayah lain yang bisa berdampak pada stabilitas global.
Jenderal Agus menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan nasional dan memperkuat sinergi antara seluruh komponen bangsa. Hal ini termasuk kerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat.
Ia menyarankan adanya kolaborasi aktif antara TNI dan DPRD di daerah untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Silakan (TNI) diajak membangun wilayah-wilayah Bapak–Ibu sekalian untuk mempercepat pembangunan di wilayah dan bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer, Kota Magelang, Ahad (19/4/2026).
Agus menyampaikan bahwa penguatan struktur pertahanan dilakukan melalui pembentukan satuan-satuan baru. Termasuk rencana pembentukan 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal), serta delapan Pasukan Marinir (Pasmar) di berbagai wilayah Indonesia.
Di samping itu, TNI juga sedang mengembangkan pembentukan batalyon baru secara bertahap. Menurut Agus, target pembangunan 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (Yonif TP) setiap tahun sebagai bagian dari penguatan pertahanan sekaligus dukungan terhadap pembangunan daerah.
Yonif TP dirancang tidak hanya untuk fungsi pertahanan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan produktif masyarakat. Di antaranya, pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, dan pelayanan kesehatan.
“Ini sesuai dengan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang, salah satunya ada membantu tugas Pemda untuk membantu percepatan pembangunan, jadi jangan ada persepsi yang lain-lain,” jelas Agus.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya peran DPRD dalam mengawal pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa DPRD bukan hanya institusi politik, tetapi juga garda terdepan arah pembangunan nasional agar selaras dengan Asta Cita.
“DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, bukan hanya institusi politik, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam memastikan arah pembangunan nasional yang selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ace saat memberikan sambutan penutupan KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akmil, Kota Magelang, Ahad.
Ace mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya peran peserta KPPD sebagai patriot bangsa yang mengawal pembangunan nasional di tengah tantangan geopolitik dan pengaruhnya terhadap bangsa. Patriotisme itu bukan sekadar simbol, melainkan sikap negarawan yang solid, berintegritas, dan mampu diwujudkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berpihak pada rakyat.
“Jadilah patriot bangsa yang tidak hanya menjaga arah pembangunan, namun tetap mengedepankan kepentingan bangsa sebagai yang utama. Mari kita wujudkan Asta Cita guna mencapai cita-cita bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Ace.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











