"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Jalan Tembus Pasar Minggu, Proyek Mangkrak di Bawah Delapan Gubernur DKI

Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu yang Terlalu Lama Tertunda



Jalan Tembus Pasar Minggu adalah salah satu proyek infrastruktur yang telah lama menjadi perhatian masyarakat. Jalan ini sepanjang dua kilometer, namun hingga kini masih belum rampung dikerjakan. Bahkan, terdapat banyak tanda-tanda bahwa proyek ini tidak berjalan sesuai rencana.

Selama beberapa tahun terakhir, pergantian gubernur DKI Jakarta terjadi berkali-kali, tetapi tidak ada kemajuan signifikan pada proyek ini. Mulai dari era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot Saiful Hidayat, Anies Rasyid Baswedan, hingga Pramono Anung Wibowo, proyek jalan tembus ini tidak menunjukkan perkembangan yang memadai. Bahkan, di tengah masa jabatan beberapa Pelaksana Tugas (Plt) dan Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI, proyek ini tetap tidak berjalan.

Pada awalnya, proyek ini dimulai dengan penggusuran sejumlah bangunan di dekat Pertigaan Volvo, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di awal pengerjaan, tampaknya tidak ada kendala berarti. Namun, seiring berjalannya waktu, progresnya sangat lambat. Seperti keong yang sedang berjalan, proyek ini terkesan tidak terurus.

Di beberapa bagian jalan, sudah ada pelebaran jalan yang selesai. Namun, di bagian lain masih terdapat bangunan yang belum dibebaskan. Bahkan, di sepanjang jalan setapak dekat Stasiun Pasar Minggu, perumahan masih berjejer lengkap. Belum ada satu pun yang dibebaskan, meski sebagian sudah dikosongkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengerjaan proyek ini masih sangat panjang.

Manfaat dari jalan tembus ini sangat besar bagi masyarakat, terutama para pengendara kendaraan. Jika proyek ini selesai, maka pengguna jalan dari arah Kalibata yang melintasi Markas Badan Intelijen Negara (BIN) tidak perlu lagi melewati Pertigaan Volvo jika ingin menuju ke arah Tanjung Barat, Lenteng Agung, hingga Kota Depok, Jawa Barat.

Saat ini, Pertigaan Volvo sering mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan oleh intensitas perjalanan KRL Commuter Line yang tinggi. Kadang mobil belum bisa bergerak, palang pintu sudah ditutup lagi. Belum lagi, perlintasan sebidang yang licin setelah turun hujan membuat arus lalu lintas di Pertigaan Volvo menjadi langganan macet.

Jika jalan tembus ini selesai dibangun, akan sangat membantu dalam mendukung mobilitas warga. Penulis juga berharap adanya kejelasan kabar dari Pemprov DKI, karena selama dua tahun terakhir tidak ada informasi sama sekali terkait proyek ini.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa warga yang rumahnya terkena proyek sempat dikumpulkan oleh Kecamatan Pasar Minggu untuk audiensi dan penjelasan proyek dengan ganti untung. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak ada pembangunan sama sekali.

Untuk itu, penulis berharap kepada Gubernur Pramono Anung Wibowo agar bisa menuntaskan pekerjaan rumah (PR) warisan gubernur sebelumnya. Apalagi, di dekat proyek berdiri Markas BIN. Sehingga nantinya bukan hanya warga sekitar saja yang memanfaatkan proyek infrastruktur tersebut jika rampung dibangun, melainkan juga pegawai institusi negara.

Gubernur Pramono memiliki kewajiban agar pada era pemerintahannya, proyek Pasar Jalan Tembus Minggu bisa disambungkan. Dia bisa menugaskan Dinas Bina Marga DKI untuk secepatnya mengerjakan proyek jalan tembus. Bisa juga, proyek ini menjadi pekerjaan pertama bagi Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo untuk mengerahkan jajarannya, khususnya Camat Pasar Minggu dan Lurah Pejaten Timur, mengawal sampai tuntas.

Semoga, proyek yang berada tepat di sisi rel ini bisa terkoneksi sehingga mengurangi kemacetan pengendara dari arah Kalibata dan Pasar Minggu menuju Lenteng Agung dan Depok.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *