"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kapolda Jabar Berkunjung ke Ponpes Darussalam Ciamis, Ajak Sauyunan Jaga Kondusifitas

Kunjungan Kapolda Jabar ke Ponpes Darussalam: Memperkuat Sinergi dan Kondusivitas Wilayah

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis, dalam rangka memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kunjungan ini dilakukan pada Jumat (10/4/2026) sebagai bagian dari upaya Polda Jabar dalam membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk lingkungan pesantren yang dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui semangat kebersamaan yang digaungkan dalam program “Sauyunan Jaga Lembur”. Ia menegaskan bahwa Lembur Jawa Barat, khususnya Ciamis, milik kita bersama. Maka dari itu, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya, terutama dalam hal keamanan dan ketertiban.

“Kami berharap pesantren terus mencetak santri-santri yang mampu mengisi pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Rudi Setiawan. Menurutnya, Pondok Pesantren Darussalam merupakan salah satu lembaga pendidikan yang potensial dalam melahirkan putra-putri terbaik bangsa.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Ia menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para peserta didik untuk berkembang.

“Kami mengingatkan agar tidak ada kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, penting juga untuk menjaga kehormatan masing-masing secara moral,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi oleh para pejabat utama Polda Jawa Barat serta Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah beserta jajaran. Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi, menyambut baik kunjungan Kapolda Jabar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut sebenarnya telah direncanakan sebelumnya, namun baru dapat terealisasi saat ini.

“Alhamdulillah, beliau hadir langsung dan memberikan motivasi kepada keluarga besar Ponpes Darussalam,” ujarnya. Dalam kunjungan itu, Kapolda memberikan hadiah berupa empat paket umrah untuk dua guru (laki-laki dan perempuan) dan dua santri (putra dan putri), bantuan untuk Pembangunan Masjid Raya Darussalam, serta santunan bagi 40 anak yatim.

Bantuan tersebut, menurutnya, menjadi kebanggaan sekaligus dorongan besar bagi kemajuan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan di Ciamis,” katanya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Kapolda terhadap dunia pendidikan, khususnya terkait pesan untuk menjaga silaturahmi dan mencegah kekerasan di lingkungan pesantren. Menurutnya, Ponpes Darussalam telah lama berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan harmonis, bahkan sebelum adanya regulasi resmi terkait hal tersebut.

Kebahagiaan juga dirasakan para santri, salah satunya Doni Rizwanto yang menjadi salah satu penerima hadiah umrah. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolda Jawa Barat dan pimpinan pondok pesantren yang telah membimbing saya,” ujarnya.

Doni mengungkapkan, keinginan untuk menunaikan ibadah umrah sebenarnya sudah lama ia miliki. Namun, kondisi ekonomi membuatnya tidak berani berharap terlalu jauh. “Keinginan itu ada, tapi saya tidak terlalu berharap. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan ini,” katanya.

Ia juga mengaku mendapatkan banyak motivasi dari para guru dan pimpinan pondok pesantren untuk terus berikhtiar meraih cita-cita. “InsyaAllah, kalau kita punya keinginan kuat untuk berangkat ke Tanah Suci, pasti ada jalannya,” tuturnya.

Kunjungan Kapolda Jabar ke Ponpes Darussalam ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam menjaga stabilitas daerah. Melalui pendekatan silaturahmi dan pembinaan moral, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan berkarakter. Selain itu, perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya pesantren, diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *