"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Museum MH Thamrin Jadi Pusat Edukasi Baru



Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang merancang rencana besar untuk merevitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin yang terletak di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menjadikan museum tersebut sebagai ikon baru ibu kota sekaligus pusat edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan informasi ini dalam acara perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI telah memutuskan untuk melakukan renovasi dan revitalisasi museum tersebut. Anggaran untuk proyek ini sudah disiapkan, dan proses pengerjaannya akan segera dimulai.

Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik museum, tidak hanya bagi warga Jakarta, tetapi juga bagi pelajar dari berbagai daerah yang melakukan kunjungan edukatif ke ibu kota. Dengan peningkatan kualitas fasilitas dan tampilan yang lebih modern, museum diharapkan menjadi tempat yang lebih interaktif dan informatif.

Pramono juga menyebutkan bahwa Pemprov DKI telah memberi instruksi kepada Dinas Pendidikan untuk memasukkan kunjungan ke Museum MH Thamrin dalam agenda karya wisata (study tour) bagi siswa SD hingga SMA. Hal ini bertujuan agar generasi muda dapat lebih memahami sejarah dan tokoh penting Betawi melalui pengalaman langsung.

Selain itu, revitalisasi museum bukan hanya sekadar pembaruan fisik bangunan, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian sejarah dan penghormatan terhadap sosok MH Thamrin. Pramono menegaskan bahwa Thamrin adalah salah satu intelektual asli Betawi yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan, kebudayaan, serta kemajuan Jakarta.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk menghormati dan membesarkan sosok MH Thamrin yang telah memberikan kontribusi besar bagi peradaban, pembangunan, dan kebudayaan Betawi maupun Jakarta,” jelas Pramono.

Museum MH Thamrin selama ini dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang menyimpan jejak perjuangan tokoh Betawi tersebut. Namun, kondisi fasilitas yang ada saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih representatif sebagai sarana edukasi modern.

Dengan renovasi yang direncanakan, Pemprov DKI berharap museum tersebut nantinya tampil lebih interaktif, informatif, dan menarik, sehingga mampu memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara modern, tetapi juga menghargai sejarah dan budaya lokal.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan sektor kebudayaan dan pendidikan berbasis sejarah, serta memperkenalkan tokoh-tokoh lokal yang berjasa kepada generasi penerus bangsa.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah menetapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk merevitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin. Dalam rapat minggu lalu, Pramono menyatakan bahwa langkah ini dilakukan agar tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan fungsi edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar yang berkunjung ke Jakarta.

Lebih dari itu, dia berharap masyarakat tidak hanya berkunjung ke Monas, Ancol, atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tetapi juga datang ke museum MH Thamrin untuk mempelajari budaya Betawi. “Saya berharap betul mereka belajar dari Husni Thamrin, dan nanti kita akan membuat museum itu betul-betul patut, pantas orang untuk belajar bagaimana tentang Jakarta,” ujarnya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *