"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ahmad Baharudin, Wakil Bupati Tulungagung yang Pernah Kritik Bupati, Kini Jadi Sorotan Setelah OTT KPK

Kritik Awal dan Peran Ahmad Baharudin dalam Pemerintahan Tulungagung

Nama Ahmad Baharudin kembali menjadi perhatian publik setelah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Sebelumnya, ia sempat mengkritik dugaan nepotisme dan minimnya peran wakil bupati dalam pemerintahan daerah.

Ahmad Baharudin merupakan Wakil Bupati Tulungagung yang sejak awal masa jabatan telah menyampaikan kritik terbuka terhadap kepemimpinan Gatut Sunu Wibowo. Dalam pernyataannya pada akhir 2025, ia menyebutkan adanya dugaan praktik nepotisme di lingkungan Pemkab Tulungagung. Ia juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting di pemerintahan daerah. Menurutnya, semua keputusan diambil secara satu arah tanpa diskusi.

Selain itu, ia menilai gaya kepemimpinan bupati dinilai arogan karena seluruh keputusan harus diikuti tanpa ruang dialog. Meski demikian, Gatut Sunu Wibowo memilih merespons secara santai dengan menyatakan bahwa ia menghargai kritik tersebut dan tidak merasa tersinggung.

Kehidupan dan Karier Ahmad Baharudin

Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati, Ahmad Baharudin dikenal sebagai politisi sekaligus pengusaha di Tulungagung. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. Selain itu, ia juga menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung sejak 2019.

Dalam dunia organisasi, Ahmad terbilang aktif. Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari Banser, organisasi kepemudaan, hingga dunia olahraga. Ia tercatat pernah menjadi Ketua PSSI Askab Tulungagung periode 2018–2024 serta manajer klub Perseta Tulungagung.

Riwayat Pendidikan dan Organisasi

Ahmad Baharudin menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tulungagung, yakni:
– SD Sobontoro 2 (1978–1984)
– SMP Negeri 2 Tulungagung (1984–1987)
– MA Negeri 1 Tulungagung (1987–1991)
– S1 Manajemen di Universitas Tulungagung (2017–2021)

Dalam dunia organisasi, Ahmad memiliki riwayat yang panjang:
* Banser Kabupaten Tulungagung (1997–2014)
* Pengurus PSSI Askab (2014–2018)
* Ketua PSSI Askab (2018–2024)
* Manager Perseta Tulungagung (2019–2024)
* Anggota Pembina Ansor (2017–2024)
* Penasehat Pembina Media dan LSM (2014–2024)
* Ketua Asosiasi Konveksi Kabupaten Tulungagung (2014–2024)
* Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung (sejak 2019)

Harta Kekayaan Ahmad Baharudin

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 27 Maret 2024, Ahmad Baharudin memiliki total kekayaan sebesar Rp542 juta. Jumlah tersebut merupakan hasil pengurangan total aset sebesar Rp1,28 miliar dengan utang mencapai Rp742 juta.

Berikut rincian kekayaan Ahmad Baharudin:
A. TANAH DAN BANGUNAN
– Tanah Seluas 1410 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 133.350.000
– Tanah Seluas 331 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 196.875.000
– Tanah Seluas 364 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 215.250.000
– Tanah Seluas 305 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 183.750.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
– MOBIL, DAIHATSU S401PMREJJ HA Tahun 2012, HASIL SENDIRI: Rp. 35.000.000
– MOBIL, SUZUKI ST100SP Tahun 1995, HASIL SENDIRI: Rp. 20.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA: Rp. —-

D. SURAT BERHARGA: Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS: Rp. 500.000.000

F. HARTA LAINNYA: Rp. —-

Sub Total: Rp. 1.284.225.000

III. HUTANG: Rp. 742.000.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III): Rp. 542.225.000

Sorotan di Tengah Kasus Korupsi

Di tengah kasus korupsi yang menjerat Bupati Tulungagung, posisi Ahmad Baharudin menjadi sorotan. Terlebih, ia sebelumnya telah mengungkap sejumlah kritik terhadap kepemimpinan bupati yang kini tersandung kasus hukum. Meski demikian, hingga saat ini Ahmad masih memilih irit bicara dan belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan Gatut Sunu oleh KPK.

Kasus ini pun terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama terkait dinamika internal pemerintahan Kabupaten Tulungagung serta kemungkinan dampaknya terhadap jalannya roda pemerintahan ke depan.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *