"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Roy Suryo Cs Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah, Pak JK Beri Solusi

Respons Jokowi terhadap Permintaan Jusuf Kalla untuk Menunjukkan Ijazah

Pengacara Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin, memberikan tanggapan mengenai respons mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait permintaan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) untuk menunjukkan ijazah. Menurut Khozinudin, permintaan JK tersebut sejatinya sejalan dengan kehendak masyarakat agar ijazah Jokowi dibuka secara terang.

Khozinudin menjelaskan bahwa tanggapan Jokowi yang menyebut “yang menuduh harus yang membuktikan” menunjukkan bahwa suami Iriana Widodo itu tidak peka terhadap persoalan bangsa. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam podcast/siniar Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu (12/4/2026).

“Sebenarnya, permintaan Pak JK itu tidak bisa kita personifikasi itu kehendak beliau, tapi setidaknya itu adalah kehendak publik juga, walau bisa saja tidak bisa kita katakan semuanya, karena ada yang kubu Jokowi tentu enggak mau begitu,” jelas Ahmad Khozinudin.

“Namun, responnya itu yang kita lihat ini tidak peka terhadap persoalan berbangsa adalah bahwa Saudara Joko Widodo tetap kekeuh dengan narasi bahwa siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan.”

Solusi dari Jusuf Kalla

Lebih lanjut, menurut Khozinudin, Jusuf Kalla tidak menuduh ijazah Jokowi tidak asli, melainkan justru memberikan solusi agar polemik ini tidak berkepanjangan. Apalagi, kata dia, JK sudah menyebut yakin bahwa ijazah Jokowi asli, tinggal ditunjukkan saja.

Sehingga, permintaan JK agar Jokowi menunjukkan ijazah tidak bisa dijawab dengan pernyataan “siapa yang menuduh dialah yang harus membuktikan.”

“Konteks Pak JK itu dalam hal ini adalah memberikan solusi agar polemik ini segera berakhir,” tutur Ahmad Khozinudin.

“Beliau menyarankan agar [ijazah] ditunjukkan dan beliau justru menegaskan, meyakini ijazah Joko Widodo asli karena dia pernah menjadi wakil presidennya Jokowi, begitu.”

“Artinya imbauan —kalau tidak bisa dikatakan permintaan— itu tidak bisa dijawab dengan narasi ‘siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan’, karena Pak JK tidak sedang menuduh.”

“Justru, Pak JK meyakini ijazahnya asli karena itu, ‘Ayolah Pak Jokowi, kasih tahu,’ begitu.”

Tidak Memahami Pesan Kenegarawanan JK

Melihat respons Jokowi, Khozinudin juga menilai, ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut tidak bisa memahami pesan kenegarawanan JK. Menurutnya, pesan JK lebih mengutamakan kepentingan publik ketimbang status inkrah punya ijazah asli dengan cara mau menunjukkan ijazahnya.

“Tapi kan responsnya tidak seperti itu,” tambahnya.

Pernyataan Jusuf Kalla

Sebelumnya, Jusuf Kalla telah meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya agar polemik keabsahan dokumen kelulusan perguruan tinggi ini tidak berlarut-larut. Hal ini disampaikan JK saat berbicara kepada awak media seusai melayangkan laporan terhadap ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, pemilik akun Youtube @Studiomusikrockcianjur, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

Ketiga pihak tersebut dilaporkan oleh JK atas dugaan penyebaran berita bohong dan dugaan pencemaran nama baik, setelah dirinya dituding mendanai bergulirnya kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla juga meyakini bahwa ijazah milik Jokowi asli.

“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli,” tutur JK di Gedung Bareskrim Polri.

“Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini, habis waktu kita.”

Kerugian yang Dianggap Merugikan

Lebih lanjut, Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 itu menyebut polemik ijazah ini sudah merugikan Jokowi dan membuat masyarakat Indonesia resah. Kerugian yang dimaksud meliputi kerugian uang dan kerugian waktu.

Bahkan, ia juga merasa rugi waktu karena terseret dalam pusaran kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

“Ya sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” ucap JK.

Tanggapan Jokowi

Adapun Jokowi sudah memberikan tanggapan langsung mengenai permintaan Jusuf Kalla agar dirinya memperlihatkan ijazahnya. Jokowi menilai, seharusnya dirinya tidak disuruh untuk menunjukkan ijazahnya. Sebab, kata Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini, yang menuding ijazahnya palsu lah yang semestinya membuktikan dalil tersebut.

“Serahkan pada proses hukum yang ada dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” jelas Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Banjarsari, Solo, Jumat (10/4/2026).

Jokowi khawatir, jika dirinya menuruti tuntutan untuk menunjukkan ijazah, maka itu akan jadi preseden dalam proses hukum, di mana seseorang yang dituduh mendapat beban untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan.

“Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh, kebalik-balik itu,” kata Jokowi.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *