"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Iwan Kurniawan Ungkap 7 Kebiasaan Sukses Tingkatkan Budaya Kerja dan Layanan Publik

Kebiasaan Kerja Efektif sebagai Fondasi Peningkatan Kualitas SDM Aparatur

Iwan Kurniawan, Pembina Apel Pagi Virtual Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, menekankan pentingnya pembentukan kebiasaan kerja efektif sebagai fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Dalam amanat yang disampaikan kepada seluruh jajaran, ia mengajak pegawai membangun pola pikir proaktif, kolaboratif, dan berorientasi tujuan guna memperkuat kualitas pelayanan publik.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tujuh kebiasaan ini penting untuk membentuk pribadi yang efektif, yang pada akhirnya akan memperkuat kualitas kerja organisasi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” ujar Iwan dalam amanat apel pagi virtual.

Dalam amanatnya, Iwan menguraikan tujuh kebiasaan sukses pribadi yang diadaptasi dari pemikiran Stephen Covey. Kebiasaan-kebiasaan tersebut antara lain:

  • Bersikap proaktif
  • Memulai pekerjaan dengan tujuan yang jelas
  • Mendahulukan prioritas utama
  • Membangun solusi yang saling menguntungkan
  • Mengedepankan kemampuan mendengar
  • Memperkuat sinergi
  • Terus mengasah kapasitas diri

Menurut Iwan, prinsip-prinsip tersebut relevan untuk membentuk aparatur yang adaptif di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis. Ia menilai penguatan kapasitas aparatur tidak cukup hanya melalui aspek teknis pekerjaan, tetapi juga harus ditopang kebiasaan kerja yang membangun karakter profesional.

Pola pikir yang terarah dinilai akan membantu setiap pegawai menjaga fokus pada sasaran organisasi sekaligus mempercepat kualitas hasil kerja yang berdampak bagi masyarakat. Penekanan pada budaya proaktif, kemampuan menetapkan prioritas, serta semangat sinergi menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola organisasi.

Melalui kebiasaan kerja yang efektif, setiap unit di lingkungan BPSDM Hukum diharapkan semakin siap mendukung pengembangan SDM hukum yang profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Secara lebih luas, pesan tentang tujuh kebiasaan sukses tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi birokrasi dimulai dari transformasi individu. Ketika setiap aparatur mampu membangun kebiasaan kerja yang efektif, dampaknya akan terasa pada peningkatan kinerja organisasi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat

Merespons arahan terkait penerapan tujuh kebiasaan sukses bagi aparatur sipil negara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, memberikan apresiasi dan dorongan penuh bagi jajarannya untuk mengimplementasikan hal serupa di tingkat daerah.

“Kami di Kanwil Kemenkum Jabar sangat mendukung dan sejalan dengan penekanan tujuh kebiasaan efektif yang disampaikan dalam apel virtual BPSDM Hukum hari ini. Prinsip-prinsip proaktif, sinergis, dan berorientasi pada tujuan tersebut sangat relevan dengan tata nilai budaya kerja dan semangat reformasi birokrasi yang terus kami gaungkan di wilayah.”

Transformasi pelayanan publik yang prima dan berkualitas mutlak berawal dari mindset serta rutinitas positif setiap individu aparaturnya. Oleh karena itu, Asep Sutandar selalu menginstruksikan seluruh insan Pengayoman di Tatar Pasundan untuk terus “mengasah gergaji” meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kinerja yang tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan benar-benar membawa kemanfaatan nyata bagi masyarakat.

Kebiasaan Kerja Efektif sebagai Dasar Perubahan

Tujuh kebiasaan yang dijelaskan oleh Iwan Kurniawan merupakan langkah awal untuk menciptakan perubahan dalam sistem pemerintahan. Dengan membangun pola pikir proaktif dan kolaboratif, para aparatur diharapkan mampu merespons tantangan yang semakin kompleks. Kebiasaan seperti menetapkan prioritas dan membangun solusi yang saling menguntungkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.

Selain itu, kebiasaan mengasah kapasitas diri secara terus-menerus menjadi kunci untuk tetap relevan dalam dunia kerja yang cepat berubah. Dengan terus belajar dan berkembang, setiap pegawai dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi organisasi dan masyarakat.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *