"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ancaman Petrodolar, Iran Siapkan Tarif Selat Hormuz dengan Rial

Iran dan China Berupaya Menggoyang Dominasi Dolar AS

Iran dan Tiongkok sedang memperkuat kerja sama ekonomi mereka, dengan fokus pada penggunaan mata uang yuan sebagai alternatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada sistem petrodolar yang selama ini mendukung dominasi dolar AS dalam perdagangan global.

Rencana Pembayaran dalam Rial

Menurut laporan, Iran tengah mempertimbangkan rencana pembayaran tarif melintasi Selat Hormuz menggunakan rial, mata uang nasional Iran. Hal ini disebut sebagai langkah strategis untuk mengganggu sistem petrodolar yang telah berlangsung sejak 1974. Sistem tersebut memaksa transaksi minyak Timur Tengah menggunakan dolar AS, sehingga memberikan keuntungan besar bagi perekonomian AS.

Langkah Iran ini bisa menjadi ancaman terhadap dominasi dolar, karena banyak negara kini mulai mencari alternatif lain. Di sisi lain, penggunaan rial juga menunjukkan bahwa Iran ingin memperkuat posisi ekonominya secara mandiri, meskipun masih terkait dengan aliran minyak global.

Penggunaan Yuan dalam Transaksi

Selain rial, Iran juga mulai menerapkan pembayaran dalam yuan untuk kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Menurut beberapa laporan, setidaknya dua kapal telah melakukan pembayaran dalam yuan pada tanggal 25 Maret. Kementerian Perdagangan Tiongkok bahkan mengakui laporan tersebut dalam sebuah postingan media sosial, yang mengindikasikan bahwa penggunaan yuan dalam transaksi antara Iran dan Tiongkok semakin meningkat.

Kerja sama ekonomi antara Iran dan Tiongkok sudah berjalan selama 25 tahun sejak penandatanganan perjanjian “kemitraan strategis” pada 2021. Penggunaan yuan dalam transaksi ini tidak hanya membantu menghindari sanksi AS, tetapi juga menyederhanakan proses perdagangan antara kedua negara.

Dampak terhadap Sistem Keuangan Global

Penggunaan yuan dalam transaksi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok dan Iran berusaha mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Ini sejalan dengan ambisi Tiongkok untuk menciptakan dunia keuangan yang lebih multipolar, di mana peran dolar AS dapat dikurangi oleh pengaruh negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan negara-negara BRICS.

Menurut Kenneth Rogoff, profesor ekonomi dari Universitas Harvard, langkah Iran menggunakan yuan bukan hanya sekadar seruan politik, tetapi juga merupakan tindakan nyata untuk menghindari sanksi AS dan memperkuat hubungan dengan Tiongkok. Ia juga menilai bahwa Tiongkok sedang melakukan redenominasi perdagangannya sendiri, yang akan memperkuat posisi yuan dalam pasar global.

Kerja Sama Ekonomi yang Berkembang Pesat

Tiongkok adalah pembeli utama minyak Iran, dengan lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran dialirkan ke Tiongkok. Dalam pembelian ini, Tiongkok menikmati potongan harga, yang diyakini difasilitasi melalui pembayaran dalam yuan. Di sisi lain, Iran juga mengimpor berbagai barang dari Tiongkok, termasuk mesin, peralatan elektronik, bahan kimia, dan komponen industri.

Meskipun ada konflik geopolitik, aliran minyak antara Iran dan Tiongkok tetap stabil. Pada dua minggu pertama konflik, Iran mengekspor 12 juta hingga 13,7 juta barel minyak mentah, sebagian besar ke Tiongkok, menurut analisis dari perusahaan data dan analisis.

Visi Tiongkok untuk Masa Depan

Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya pada tahun 2024 menyampaikan harapan bahwa yuan akan menjadi mata uang bersama dalam perdagangan internasional dan mencapai “status mata uang cadangan global”. Ini menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki visi jangka panjang untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *