Wisata Walembarian, Destinasi Alam yang Menawarkan Ketenangan dan Sejarah
Desa Dapihe, yang terletak di Kecamatan Tampan’ Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud, kini menjadi pusat perhatian berkat kehadiran destinasi wisata baru bernama Walembarian. Lokasi ini berada di kawasan paling utara Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), dan dikenal sebagai wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina.
Wisata Walembarian menawarkan pesona alam yang masih alami dan suasana yang menenangkan. Pengunjung dapat menikmati ketenangan sambil merasakan pengalaman unik, seolah menyatu dengan alam yang masih terjaga keasliannya. Daya tarik utama dari lokasi ini adalah bentang alamnya yang asri dan jauh dari keramaian, membuatnya menjadi tempat ideal untuk beristirahat atau melakukan aktivitas spiritual.
Selain keindahan alam, Walembarian juga memiliki nilai sejarah yang menjadi bagian dari identitas desa. Kepala Desa Dapihe, Horbit Ponge, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut menyimpan cerita dan jejak sejarah yang bisa dipelajari oleh para pengunjung. “Selain keindahan alam, di sini juga terdapat cerita dan jejak sejarah yang bisa dipelajari oleh para pengunjung,” ujarnya.
Pengembangan kawasan wisata Walembarian saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Pemerintah desa tengah menyelesaikan berbagai fasilitas penunjang yang ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026. Meski belum sepenuhnya selesai, lokasi ini sudah dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.
Kehadiran Wisata Walembarian diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian desa, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Warga setempat pun menyambut baik pengembangan tersebut. Jumeldi, salah satu warga Desa Dapihe, menilai wisata ini bisa menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini bukan hanya soal peningkatan PAD, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” katanya.
Pengalaman pengunjung juga memperkuat daya tarik Walembarian. Alprince, yang telah dua kali datang, mengaku merasakan kenyamanan yang berbeda saat berada di kawasan tersebut.
“Meski belum sepenuhnya rampung, tempat ini sangat indah dan nyaman. Cocok untuk rekreasi, ibadah, maupun kegiatan lainnya. Suasananya membuat kita seperti menyatu dengan alam,” ungkapnya.
Dengan kombinasi keindahan alam dan nilai sejarah yang dimiliki, Wisata Walembarian dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kepulauan Talaud di masa mendatang.
Desa Dapihe terletak di Kecamatan Tampan’ Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud. Desa ini berada di wilayah kepulauan terluar Indonesia, di mana penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Jarak Kecamatan Tampan’ Amma ke Melonguane sejauh 87 kilometer. Pelabuhan Melonguane ke Pelabuhan Manado berjarak sekitar 335-345 kilometer dengan transportasi perjalanan laut menggunakan kapal ferry (kapal penumpang). Waktu tempuh biasanya 12-15 jam. Sementara jarak Pelabuhan Manado ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sejauh 14,5 kilometer lewat Jalan A.A. Maramis, Kairagi – Mapanget dengan waktu tempuh 31 menit menggunakan kendaraan.











