"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Reaksi Terbaru Wali Kota Tarakan Soal WFH Jumat, Khairul Bandingkan Masa Pandemi

Wali Kota Tarakan Evaluasi Kebijakan WFH Setiap Jumat

Wali Kota Tarakan, Khairul, sedang melakukan evaluasi terhadap instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Ia masih mempelajari apakah kebijakan tersebut bersifat wajib atau hanya sebatas imbauan. Menurutnya, kebijakan ini perlu dipertimbangkan secara matang sebelum diimplementasikan.

Khairul menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu kejelasan lebih lanjut dari Kemendagri sebelum membuat keputusan akhir. “Untuk instruksi Mendagri nanti kami pelajari dulu. Kalau memang itu harus, ya kita ikuti,” ujar Khairul saat diwawancara di Tarakan, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa jika kebijakan tersebut tidak bersifat wajib, pihaknya akan mempertimbangkan efektivitasnya dalam konteks daerah seperti Tarakan. “Kalau tidak harus, saya lebih cenderung tidak. Karena kalau sekarang kerja saja kadang masih susah dicari, apalagi WFH,” katanya.

Alasan Penghematan BBM dan Mobilitas Masyarakat

Salah satu alasan yang disampaikan oleh Khairul adalah penghematan bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia menilai bahwa penerapan WFH belum tentu bisa menjamin masyarakat tetap berada di rumah. “Kalau alasannya penghematan BBM, siapa yang bisa jamin orang tetap di rumah? Bisa saja malah ke mal, ke pasar, atau ke tempat lain,” ungkapnya.

Ia juga membandingkan kondisi saat pandemi Covid-19, di mana pembatasan aktivitas masyarakat dilakukan secara ketat sehingga mobilitas benar-benar berkurang. “Kalau seperti Covid-19 dulu, semua tutup, mungkin orang di rumah. Tapi sekarang semua masih buka, jadi sulit dikontrol,” jelas Khairul.

Menurutnya, dalam kondisi normal seperti saat ini, penerapan WFH berpotensi justru meningkatkan mobilitas masyarakat, bukan menekan penggunaan BBM. “Bisa saja yang tadinya kerja ke kantor, malah jalan-jalan ke Pantai Amal atau ke tempat lain. Jadi tambah panjang lagi pergerakannya,” katanya.

Efisiensi BBM yang Sudah Dilakukan Pemkot Tarakan

Khairul menegaskan bahwa selama ini Pemkot Tarakan telah menerapkan kebijakan efisiensi BBM, khususnya untuk kendaraan dinas. Ia menyebut, hanya kendaraan operasional tertentu yang ditanggung BBM-nya oleh pemerintah. “Sejak lama kami sudah atur, kendaraan dinas yang dibawa pulang, BBM-nya tanggung sendiri. Yang ditanggung hanya mobil operasional seperti ambulans, pemadam, dan kendaraan lapangan,” tegas Khairul.

Selain itu, ia juga menerapkan efisiensi dalam pelaksanaan rapat, yang lebih sering dilakukan di rumah jabatan dibandingkan di kantor guna menekan pengeluaran. “Saya jarang rapat di kantor. Kalau di rumah kan tidak perlu siapkan konsumsi, cukup air minum saja. Ini sudah dari awal saya menjabat,” ujar Khairul.

Penutup

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Khairul menegaskan pihaknya akan menunggu kejelasan isi edaran Kemendagri sebelum mengambil keputusan. “Kalau itu wajib, tentu kita laksanakan. Tapi kalau tidak, kami lihat untuk Tarakan belum tentu efektif,” tukasnya.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *