"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Konektifkan Layanan ke Masyarakat, Pemprov Banten Luncurkan Mobil POLI Perizinan UMKM

Peluncuran Mobil Pendampingan On The Spot Layanan Terintegrasi (POLI) Perizinan di Pasar Baros

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan meluncurkan Mobil Pendampingan On The Spot Layanan Terintegrasi (POLI) Perizinan di Halaman Pasar Baros, Kabupaten Serang, Senin (6/4/2026).

POLI Perizinan ini merupakan inisiatif dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Program ini langsung disambut baik oleh puluhan pedagang yang hadir di lokasi kegiatan.

Salah satu pedagang, Iwan Setiawan (42), mengungkapkan bahwa program tersebut sangat membantu dirinya dan pedagang lain dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Alhamdulillah, sangat membantu pedagang, apalagi sekarang tidak terbatas dan diperbolehkan siapapun,” ujarnya.

Selain itu, POLI Perizinan juga membantu pedagang dalam mempermudah pengurusan kebutuhan ke depannya, seperti pembelian Minyakita di Bulog yang harus menggunakan NIB.

“Sangat memudahkan masyarakat. Artinya, untuk kebutuhan-kebutuhan ke depan, apalagi di bidang sembako, karena Minyakita itu pengecer harus ambil ke Bulog dan salah satu syarat juga pakai NIB,” tambahnya.

Nurhayati (37), seorang pedagang di Pasar Baros, juga menyampaikan bahwa pengurusan perizinan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama.

“Tadi saya mengurus sekitar 15 menit sudah beres dan Alhamdulillah sudah jadi NIB. Mudah-mudahan POLI Perizinan ini bisa memudahkan pedagang,” ujarnya.

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi berharap dengan hadirnya POLI Perizinan dapat mempermudah masyarakat yang bergerak di dunia usaha, khususnya pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan ini bisa diketahui oleh seluruh pelaku usaha agar mereka segera mendaftarkan, dan ini semua gratis tidak bayar. Jadi tinggal datang saja ke stan-stan yang sudah disiapkan, maka saudara-saudara kita sudah bisa membuat NIB,” katanya.

Deden Apriandhi menjelaskan bahwa POLI Perizinan bertujuan sebagai upaya mendekatkan pelayanan bagi masyarakat serta strategi Pemprov Banten dalam mencapai target investasi, khususnya pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Makanya kita berbondong-bondong mendatangi pasar-pasar, tujuannya bukan lain untuk mempermudah akses yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

“Dengan banyaknya pemilik NIB, otomatis orang jadi memiliki akses yang lebih cepat untuk berhubungan langsung dengan para pedagang dan itu dari sisi investasi membuka peluang berarti. Makanya program ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti menjelaskan bahwa POLI Perizinan akan menyasar ke sejumlah pasar-pasar tradisional, industri nelayan serta industri kecil di bidang kerajinan, industri kayu, dan sektor usaha lainnya.

“Karena tidak semua masyarakat dekat dan bisa untuk hadir ke mal pelayanan perizinan, maka kita dekatkan pelayanan ke masyarakat. Kita juga berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.

Selanjutnya, Virgojanti menyampaikan bahwa kelompok pelaku usaha atau kelompok pedagang yang membutuhkan layanan POLI Perizinan dapat mengajukan permohonan.

“Silakan sampaikan saja, justru kita yang enak seperti itu. Jadi terpusat di situ dan tim kami akan turun ke sana,” katanya.

Selain itu, Virgojanti juga menjelaskan bahwa POLI Perizinan tidak hanya melayani terkait perizinan, tetapi juga melayani konsultasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Kami juga melayani bagi para pelaku usaha yang ingin melakukan konsultasi dalam membuat LKPM. Semoga layanan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Wakil Pimpinan Perum BULOG Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten Dendar Dinata serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *