Ketua Komisi A DPRD Surabaya Dukung Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyambut baik kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan memiliki potensi besar dalam penghematan BBM serta efisiensi energi.
Yona menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus didukung secara bersama-sama, asalkan memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Ia mengingatkan bahwa target penghematan BBM harus diwujudkan melalui implementasi yang tepat dan terarah.
“Target penghematan BBM harus jelas. Untuk itu implementasinya harus benar-benar terukur dan terarah,” ujar Yona pada Rabu (1/4/2026). Ia juga menekankan pentingnya sistem monitoring yang kuat dalam pelaksanaan WFH ASN. Menurutnya, setiap perangkat daerah harus memiliki pengawasan yang ketat agar kebijakan ini tidak menjadi formalitas belaka.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam pelaksanaan WFH ASN:
- Implementasi harus terukur dan memiliki target yang jelas.
- Diperlukan sistem monitoring kuat di setiap perangkat daerah.
- Target pengurangan konsumsi BBM dipatok mencapai 20 persen.
- Kualitas pelayanan publik tidak boleh berkurang meskipun bekerja dari rumah.
Target Pengurangan Konsumsi BBM 20 Persen
Yona menilai bahwa tujuan WFH ASN tidak boleh hanya berhenti pada efisiensi anggaran operasional. Kebijakan ini juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Targetnya harus jelas, salah satunya bagaimana kebijakan ini bisa benar-benar mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen, bukan hanya efisiensi di atas kertas,” jelas Yona. Ia menekankan bahwa penghematan BBM harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan ini.
Optimalisasi Transportasi Publik bagi ASN
Selain itu, penggunaan transportasi publik oleh ASN juga direspons oleh Yona. Ia menilai langkah ini bisa menjadi solusi konkret dalam mendukung efisiensi energi, sekaligus mendorong optimalisasi transportasi umum di Surabaya.
“Wacana penggunaan transportasi publik oleh ASN, meskipun hanya satu hari dalam seminggu, bisa menjadi solusi untuk penghematan BBM sekaligus momentum meningkatkan penggunaan transportasi publik di Surabaya,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan transportasi publik harus didukung dengan kualitas layanan yang memadai.
Aspek keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu menjadi faktor penting agar kebijakan ini berjalan efektif. “Harus didukung dengan jaminan keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu layanan, sehingga ASN dan masyarakat merasa yakin untuk beralih ke transportasi publik,” tambah Yona.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan ini. Yona menilai, skema WFH ASN harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
“Pelayanan publik tidak boleh terganggu. Komitmen ini yang harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” tutupnya.
Digitalisasi Birokrasi Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Eri Cahyadi terus mendorong transformasi digital melalui aplikasi terintegrasi. Kebijakan WFH ini didukung oleh sistem e-performance yang memungkinkan pemantauan output kerja ASN secara real-time.
Sebelumnya, Surabaya juga telah sukses menerapkan sistem administrasi tanpa kertas (paperless) yang signifikan mengurangi anggaran operasional kantor.
Tips & Imbauan untuk Masyarakat
Bagi warga Surabaya yang memerlukan layanan publik pada hari Jumat, disarankan untuk mengoptimalkan layanan digital atau aplikasi resmi Pemkot Surabaya. Pastikan melakukan pengecekan jadwal layanan melalui kanal media sosial instansi terkait, guna menghindari kendala administrasi selama masa transisi kebijakan WFH ASN ini.









