"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Temuan BRIDA Jatim: Rekomendasi Regulasi untuk Lawan Judi Online

Kajian Cepat BRIDA Jatim tentang Darurat Judi Online

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur telah merilis hasil kajian cepat terkait masalah judi online yang semakin mengkhawatirkan. Menurut kajian tersebut, fenomena ini sudah mencapai tingkat darurat dan membutuhkan penanganan yang cepat, sistematis, serta terpadu lintas sektor.

Kepala BRIDA Jatim, Andriyanto, menegaskan bahwa judi online tidak lagi menjadi isu kecil, tetapi sudah menjadi masalah ekonomi dan sosial yang besar. Ia menyatakan bahwa hasil riset ini memberikan tiga rekomendasi utama yang bisa segera diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan laju penyebaran judi online di masyarakat.

Rekomendasi Pertama: Regulasi Khusus dari Gubernur

Rekomendasi pertama adalah perlunya regulasi khusus dari Gubernur Jawa Timur dalam bentuk Keputusan Gubernur atau Kepgub. Regulasi ini harus secara spesifik mengatur penanganan judi online, termasuk mekanisme pengawasan dan sanksi. Andriyanto menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi di tingkat daerah yang secara komprehensif mengatur fenomena judi online. Padahal, dampaknya sudah sangat luas dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa jumlah pemain judi online di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta orang hanya dalam kuartal pertama 2025. Bahkan, nilai transaksi judi online diperkirakan bisa menembus Rp 1.200 triliun pada 2025 jika tidak ada penanganan serius.

Rekomendasi Kedua: Pembentukan Tim Khusus Penanganan Judi Online

Rekomendasi kedua adalah adanya kebutuhan pembentukan tim khusus penanganan judi online yang bekerja secara terstruktur. Tim ini diharapkan mampu menjalankan langkah preventif sekaligus represif secara terkoordinasi. Meskipun kewenangan penanganan berada di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap dapat mengambil peran sebagai inisiator.

Pemprov bisa memulai dengan membentuk tim terpadu lintas sektor. Nanti kabupaten/kota bisa mengikuti atau berkolaborasi. Ini penting agar gerakan penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Tim khusus tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga edukasi dan pencegahan di masyarakat.

Rekomendasi Ketiga: Pendekatan Medis bagi Kecanduan

Rekomendasi ketiga adalah perlunya pendekatan penanganan terpadu yang tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga sektor kesehatan, termasuk dinas kesehatan dan rumah sakit jiwa. Banyak pelaku judi online yang sudah masuk kategori kecanduan. Hal ini tidak cukup ditangani secara hukum saja, tetapi juga membutuhkan pendekatan medis dan rehabilitasi.

Andriyanto menambahkan bahwa fenomena kecanduan judi online memiliki kemiripan dengan penyalahgunaan narkoba, sehingga membutuhkan penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan hingga pemulihan.

Judi Online Merambah Kalangan Remaja

Lebih lanjut, Andriyanto mengingatkan bahwa judi online saat ini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga mulai merambah kalangan remaja. Kemudahan akses melalui ponsel dan internet membuat kelompok usia muda menjadi sangat rentan. Ini yang menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat besar, mulai dari gangguan psikologis, konflik keluarga, hingga masalah ekonomi.

Dampak Sosial Ekonomi yang Mengkhawatirkan

Praktik judi online juga dinilai memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang tergiur keuntungan instan. Dalam banyak kasus, judi online justru memicu utang, kemiskinan, hingga tindak kriminal. Dengan kondisi tersebut, Andriyanto menegaskan bahwa penanganan judi online harus menjadi prioritas bersama, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *