"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Menteri PPPA Dorong Kerja Sama Lindungi Perempuan dan Anak di Ponorogo

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Ponorogo Jajaki Kolaborasi Lintas Sektor

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP) Arifah Choiri Fauzi menjadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam memperkuat komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak. Dalam dialog interaktif yang digelar di Pringgitan (Rumah Dinas Bupati Ponorogo), Sabtu (28/3/2026), Menteri PPPA menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang yang aman dan adil bagi perempuan serta anak.

Menurutnya, perempuan dan anak memiliki posisi strategis dalam pembangunan Indonesia ke depan. Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah perempuan dan anak mencapai sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia. Momentum ini harus membuka ruang kolaborasi agar tercipta lingkungan yang aman dan adil bagi perempuan.

Indikator Pembangunan Gender dan Ketimpangan

Untuk mengukur kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan, digunakan indikator Indeks Pembangunan Gender (IPG). Pada tahun 2024, IPG nasional tercatat sebesar 91,85. Semakin mendekati angka 100, semakin kecil kesenjangan gender dalam pembangunan.

Di tingkat daerah, capaian IPG Provinsi Jawa Timur mencapai 92,19, lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Sementara itu, Kabupaten Ponorogo mencatat IPG sebesar 94,6, yang berarti berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.

Selain IPG, kesetaraan gender juga diukur melalui Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi dalam pasar tenaga kerja. Secara nasional, IKG tahun 2024 berada pada angka 0,421. Provinsi Jawa Timur mencatat angka lebih rendah, yaitu 0,347. Nilai ketimpangan terendah di Jawa Timur dicapai oleh Kota Madiun dengan angka 0,093, disusul Kota Kediri sebesar 0,12. Sementara ketimpangan tertinggi tercatat di Kabupaten Bangkalan dengan nilai 0,641.

Kabupaten Ponorogo sendiri memiliki nilai IKG sebesar 0,161.

Indeks Perlindungan Anak di Ponorogo

Di sisi lain, capaian perlindungan anak diukur melalui Indeks Perlindungan Anak (IPA) yang merupakan indikator gabungan dari Indeks Pemenuhan Hak Anak dan Indeks Perlindungan Khusus Anak. IPA dibentuk berdasarkan 19 indikator yang terbagi dalam lima klaster hak anak.

Pada tahun 2024, capaian IPA Provinsi Jawa Timur mencapai 75,62 atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada pada angka 71,02. Sementara itu, Kabupaten Ponorogo mencatat angka 73,30 yang masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak di Ponorogo masih perlu terus ditingkatkan.

Faktor Penyebab Kekerasan Terhadap Anak

Arifah juga menyoroti dua faktor utama yang menyebabkan kekerasan terhadap anak. Pertama adalah pola asuh yang kurang baik sehingga memicu kekerasan antar anak. Faktor kedua adalah penggunaan media sosial secara negatif.

“Hari ini Kementerian Komunikasi dan Digital mulai menerapkan kebijakan bahwa anak di bawah usia 18 tahun tidak diperbolehkan menggunakan media sosial mulai 28 Maret 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada peran orang tua dalam mendidik anak.

“Faktor terpenting bukan hanya peraturannya, tetapi bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya,” tegas Arifah.

Program Ruang Bersama Indonesia (RBI)

Untuk memperkuat perlindungan tersebut, Kementerian PPPA juga akan mengembangkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program ini merupakan gerakan kolaboratif masyarakat dan pemangku kepentingan berbasis desa atau kelurahan untuk menyelenggarakan berbagai program berperspektif perempuan dan anak secara holistik, integratif, dan berkelanjutan guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen Pemerintah Daerah

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyambut baik kunjungan Menteri PPPA ke daerahnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya perlindungan perempuan dan anak di Ponorogo.

“Kunjungan Menteri PPPA bisa membawa semangat untuk terus meningkatkan upaya perlindungan anak di wilayah kami.”

“Kami menyadari bahwa peran perempuan dan anak sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu kami berkomitmen mengikuti semua instruksi dari pemerintah pusat untuk melindungi perempuan dan anak,” ujarnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *