"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Prajurit TNI Gugur Dihantam Rudal Israel, Keluarga Tolak Makam di TMP

Perjuangan Keluarga Praka Farizal Rhomadhon untuk Pemakaman di Kampung Halaman

Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon (31) gugur dalam tugasnya saat menjalani misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon. Insiden tersebut terjadi akibat ledakan proyektil yang menyerang pos UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026). Kini, keluarga dari prajurit muda tersebut sedang mempersiapkan pemakamannya dengan harapan jenazah bisa dimakamkan di kampung halamannya di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bukan di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Keluarga Praka Farizal menyatakan ingin jenazah putranya dikuburkan di dekat rumah, sekitar 1 kilometer dari kediaman orang tuanya. Mereka berharap prosesi pemakaman dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Saat ini, pihak keluarga sedang bersih-bersih lahan di sekitar rumah sebagai persiapan kedatangan jenazah. Wakidi, Dukuh Ledok, mengungkapkan bahwa Farizal sempat pulang ke kampung halamannya pada Lebaran 2025. Ia datang bersama istri dan anaknya. Namun, untuk Lebaran tahun ini, ia tidak kembali.

Farizal adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikan untuk menjadi anggota TNI. Selama masa mudanya, ia aktif dalam kegiatan masyarakat, termasuk ikut serta dalam kegiatan Karang Taruna di Ledok. Meskipun tinggal jauh di Aceh, Farizal tetap rajin berkomunikasi dengan keluarga dan warga setempat.

Informasi tentang kematian Farizal diperoleh oleh Wakidi dari Babinsa Sidorejo. Menurut informasi tersebut, Farizal meninggal saat menjalankan tugas di Lebanon akibat serangan rudal dari Israel. Kabar itu kemudian disampaikan kepada orang tua Farizal, yang merasa sangat terkejut dan sedih.

Setelah diskusi dengan keluarga, mereka memutuskan untuk memakamkan Farizal di TPU dekat rumah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan jenazah akan tiba di kampung halaman. Wakidi hanya bisa menunggu kabar lebih lanjut.

Pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terhadap prajurit TNI yang gugur. Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah.

Penyelidikan UNIFIL atas Insiden yang Menewaskan Prajurit TNI

Pasukan pemelihara perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) telah menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan terkait insiden yang menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Insiden tersebut terjadi akibat ledakan proyektil di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.

UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat menjalankan tugasnya. Mereka juga berharap para penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyatakan bahwa tidak ada satupun prajurit yang boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian. Mereka juga menyatakan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701.

UNIFIL menegaskan bahwa konflik yang terjadi di wilayah tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa di kedua sisi Garis Biru. Mereka menilai bahwa tidak ada solusi militer dan kekerasan harus diakhiri.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah mengecam insiden tersebut. Mereka menyatakan kepedihan atas kematian prajurit TNI yang gugur dalam tugasnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *