"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Melalui BIN dan MSS, Indonesia-China Tingkatkan Kemitraan Strategis

Peningkatan Kemitraan Strategis Indonesia dan Tiongkok

Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Salah satu bentuk realisasi dari komitmen ini adalah penguatan kerja sama antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Keamanan Negara (Ministry of State Security/MSS) RRT. Hal ini menjadi bagian dari visi strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat keamanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa peningkatan kemitraan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo. Menurutnya, keamanan nasional menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, kerja sama dengan negara-negara sahabat seperti Tiongkok menjadi langkah penting dalam membangun stabilitas keamanan kawasan.

Salah satu fokus utama dari peningkatan kerja sama antara BIN dan MSS adalah memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai dimensi. Seskab Teddy menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan keamanan nasional melalui peran aktif di berbagai tingkatan hubungan internasional.

Pada Jumat (27/3/2026), Presiden Prabowo menerima kunjungan Menteri Keamanan Negara RRT, Chen Yi Xin, di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini membahas berbagai isu terkait peningkatan kerja sama antarnegara dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan. Pihak Tiongkok menyampaikan harapan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat, khususnya dalam memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan di Asia maupun dunia.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya stabilitas keamanan bagi Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia juga menyambut baik peluang peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang setara dan saling menguntungkan, khususnya dalam bidang keamanan.

Pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia

Selain itu, pada hari yang sama, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam keterangannya di hadapan awak media, PM Malaysia mengungkapkan bahwa pertemuan ini sarat makna. Ia mengapresiasi pembicaraan dengan Presiden Prabowo yang dapat membuka ruang konstruktif dalam mencari titik temu, khususnya di tengah dinamika konflik yang terjadi di kawasan Asia Barat dan berimbas ke Asia Tenggara.

Anwar menyatakan bahwa dalam ketidakpastian global yang semakin meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas regional. Langkah ini dilakukan demi menjaga perdamaian, menjamin stabilitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi. Ia dan Presiden Prabowo sepakat untuk meningkatkan upaya diplomasi guna meredakan konflik, melindungi nyawa warga sipil, serta membuka ruang perundingan menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan.

Selain itu, Anwar menyampaikan bahwa dialog melalui sambungan telepon beberapa waktu terakhir dengan para pemimpin internasional merupakan upaya menunjukkan solidaritas, menyelaraskan pandangan, serta meninjau dampak global. Hal ini secara khusus menyoroti aspek energi dan keamanan regional. Malaysia tetap pada pendirian tegas, menolak kekerasan, menjunjung hukum internasional, dan mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur damai.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *