"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Yunarto: AHY Dapat Keuntungan dari Kepemimpinan Jokowi dan Prabowo, Peluang 2029 Terbuka

Peluang AHY dalam Pilpres 2029: Dinamika Politik dan Kekuasaan

Pengamat politik Yunarto Wijaya melihat peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2029 cukup terbuka. Hal ini terkait dengan dinamika kepemimpinan nasional selama satu dekade terakhir, khususnya era Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Yunarto, gaya kepemimpinan dalam dua periode tersebut cenderung fluktuatif, seperti “roller coaster” yang sering kali membawa kejutan di tengah masyarakat. Pada masa Jokowi, misalnya, ada gelombang protes besar-besaran, seperti penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dan revisi Undang-Undang KPK. Sementara itu, pada tahun pertama pemerintahan Prabowo, beberapa kebijakan juga memicu polemik, seperti pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesepakatan perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat.

“Dalam sepuluh tahun Jokowi dan satu tahun Prabowo, ada dinamika yang naik-turun,” ujar Yunarto. Ia menilai situasi ini menciptakan kecenderungan sebagian publik yang mulai merindukan model kepemimpinan yang lebih stabil dan berbasis sistem. Dalam konteks ini, Yunarto mengatakan bahwa ada memori kolektif terhadap era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dianggap lebih tenang meskipun sering dikritik lamban.

“Sebagian orang mulai mencari pemimpin yang ‘proper’, yang bekerja by system, tidak banyak membuat kejutan,” kata Yunarto. Ia menilai, hal ini menjadi keuntungan bagi AHY, yang tidak bisa dilepaskan dari nama besar ayahnya, SBY. Asosiasi publik terhadap stabilitas di era SBY, menurutnya, bisa menjadi modal elektoral bagi AHY ke depan.

Namun, Yunarto menegaskan bahwa peluang ini sangat bergantung pada langkah politik Partai Demokrat. Ia menilai, gaya politik SBY selama ini cenderung berhati-hati dan memilih posisi aman dalam membaca peta kekuatan. “SBY biasanya baru mengambil posisi berbeda kalau situasinya sudah benar-benar aman,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, Yunarto melihat opsi realistis bagi AHY adalah tetap berada di lingkar kekuasaan, termasuk peluang sebagai calon wakil presiden. “Selama Prabowo masih kuat dan tingkat kepuasan publiknya tinggi, kemungkinan besar posisi yang realistis itu di cawapres,” pungkasnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dinamika politik menuju 2029 masih sangat cair dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

Dua Skenario AHY di Pilpres 2029

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno melihat setidaknya dua skenario besar yang bisa terjadi bagi AHY di Pilpres 2029. Pertama, AHY bisa tetap berada dalam orbit kekuasaan dengan mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres. Menurut Adi, skenario ini cukup realistis mengingat Partai Demokrat saat ini masih berada dalam lingkaran koalisi pemerintahan.

“Harapan paling minimal tentu AHY atau kader Demokrat bisa didorong sebagai cawapres jika Prabowo kembali maju,” katanya. Jika peluang ini tertutup, AHY dinilai bisa mengambil langkah alternatif dengan membangun poros baru bersama Anies Baswedan.

“Kalau tidak bisa bersama Prabowo, bukan tidak mungkin ada opsi lain, termasuk berpasangan dengan Anies,” jelas Adi. Ia menilai, duet Anies-AHY yang sempat ramai dijodohkan pada Pilpres 2024 lalu, bisa jadi skenario tertunda yang akhirnya terwujud di 2029.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu juga menekankan bahwa kehadiran Anies sebagai figur dengan elektabilitas yang masih diperhitungkan menjadi faktor penting dalam kalkulasi politik ke depan. “Anies itu punya magnet politik yang masih kuat. Itu yang membuat skenario duet dengan AHY tetap relevan,” ujarnya.

Meski begitu, Adi mengingatkan semua kemungkinan tersebut masih sangat cair dan bergantung pada dinamika politik mendekati 2029. “Pada akhirnya, ini soal momentum dan kesepakatan politik. Tapi yang jelas, semua kemungkinan itu terbuka,” tutupnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *