Lintasan Penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk: Kunci Perekonomian Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyoroti pentingnya lintasan penyeberangan antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk sebagai jalur terpadat dan strategis nasional. Menurut BHS, masalah antrean panjang yang disebabkan oleh keterbatasan dermaga tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengganggu perekonomian secara luas.
Masalah Antrean dan Pengaruhnya pada Perekonomian
Menurut BHS, pada masa arus mudik dan libur Lebaran, sektor angkutan logistik menjadi perhatian serius. Hal ini karena lintasan tersebut juga menghubungkan Bali sebagai destinasi wisata andalan kelas dunia. Ia menyatakan bahwa angkutan logistik selalu berkaitan dengan pertumbuhan pariwisata. Ketika pariwisata tumbuh, maka logistik juga akan meningkat. Namun, saat ini pertumbuhan jumlah trip kapal tidak meningkat karena keterbatasan dermaga.
Solusi untuk Meningkatkan Kapasitas Angkut
BHS menegaskan bahwa kondisi ini harus segera direspons melalui penambahan infrastruktur dermaga. “Ini sudah waktunya untuk membangun minimal dua unit dermaga,” ujarnya. Dengan penambahan tersebut, kapal-kapal yang saat ini masih menganggur, yang jumlahnya di atas 20 kapal, dapat dimanfaatkan untuk masuk ke dalam jadwal. Ini akan meningkatkan kapasitas angkut sekitar 30 persen dan menjadi langkah antisipasi jangka panjang, baik untuk pariwisata maupun logistik.
Pentingnya Stabilitas Logistik
Lebih lanjut, BHS menjelaskan bahwa logistik di wilayah pariwisata harus cukup tercukupi agar harga barang tidak mengalami kenaikan akibat kelangkaan. Saat ini, hambatan berupa kemacetan yang bisa mencapai lebih dari 10 jam pada angkutan logistik berpotensi menimbulkan inflasi tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, distribusi logistik harus dilancarkan.
Perspektif Global tentang Logistik Selama Liburan
Di negara-negara seluruh dunia, pada masa liburan, angkutan logistik juga harus mengimbangi. Karena, dengan adanya peningkatan wilayah, pasti kebutuhan logistiknya akan lebih besar dan ini harus diantisipasi. BHS menekankan bahwa jangan sampai wisatawan domestik dan internasional mengalami kelangkaan barang di wilayah pariwisata. Wilayah pariwisata harus dimanjakan dengan kecukupan logistik, makanan, dan minuman selama arus mudik dan libur Lebaran.
Operasional Kapal Non-Jadwal dan Target Waktu
Di sisi lain, BHS menjelaskan bahwa untuk sementara waktu, operasional kapal dilakukan dengan pola non-jadwal sesuai target pemerintah. Proses tiba, bongkar muat, hingga keberangkatan harus dipercepat dan ditetapkan target standar waktu sesuai ukuran kapal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode libur.
Peran Logistik dalam Pertumbuhan Ekonomi
Menurut BHS, persoalan logistik tidak hanya berdampak pada wisatawan, tetapi juga pelaku ekonomi, perdagangan, hingga industri kecil dan menengah. Kondisi ini turut menimbulkan multiplier effect ekonomi dan berpotensi mengganggu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan sebesar 8 persen.
Praktik Global dalam Menghadapi Liburan
Di negara-negara seperti China, Jepang, Amerika Serikat, Eropa, hingga Malaysia, angkutan logistik tidak pernah dihentikan secara total meskipun berada pada periode libur panjang maupun hari besar keagamaan. Di kawasan Eropa, misalnya, sejumlah negara seperti Belanda, Inggris, dan Spanyol tetap mengoperasikan angkutan logistik tanpa larangan nasional, bahkan angkutannya meningkat drastis agar tidak memutus rantai pasok.
Sementara di China dan Jepang, operasional logistik tetap berjalan saat libur besar seperti Tahun Baru Imlek dan Golden Week, meskipun dengan penyesuaian kapasitas dan tenaga kerja. Pelabuhan-pelabuhan utama tetap beroperasi untuk menjaga kelancaran rantai pasok, meski terjadi perlambatan.
Di Amerika Serikat, tidak terdapat kebijakan penghentian logistik saat hari besar seperti Natal maupun Thanksgiving. Aktivitas distribusi bahkan cenderung meningkat karena tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat selama periode tersebut. Sementara di Malaysia, pemerintah hanya menerapkan pengaturan waktu operasional truk di wilayah tertentu untuk mengurai kemacetan, tanpa menghentikan distribusi logistik secara keseluruhan.
Dengan demikian, praktik global menunjukkan bahwa distribusi logistik tetap dijaga berjalan untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan selama musim liburan, guna memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga di masyarakat.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











