"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Toleransi, Koster Ajak Nyepi dan Idulfitri Berlangsung Khidmat, Polda Bali Bentuk Ini

Perayaan Suci Nyepi dan Idulfitri di Bali: Kesiapan Pemerintah dan Polisi

Gubernur Bali, Wayan Koster, telah menyampaikan skenario besar untuk memastikan dua perayaan suci, yaitu Hari Suci Nyepi Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, dapat berjalan beriringan tanpa mengganggu satu sama lain. Tahun ini, Bali tidak hanya bersiap menyambut arus mudik, tetapi juga menghadapi ujian toleransi yang nyata dalam pertemuan antara kekhidmatan Nyepi dan Idulfitri.

Fokus pemerintah adalah kemungkinan malam takbiran yang jatuh tepat saat umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian pada tanggal 19 Maret mendatang. Koster menegaskan bahwa jika Idulfitri jatuh pada tanggal 20 Maret, maka takbiran akan dilaksanakan di rumah dengan waktu terbatas dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA sesuai seruan bersama. Namun, jika umat harus menuju masjid, aturan spesifik diberlakukan agar tidak mengganggu kesucian Nyepi.

Pemprov Bali telah melakukan koordinasi dengan seluruh majelis umat beragama untuk merumuskan seruan bersama yang mengedepankan toleransi dan empati antarumat beragama. Menurut penghitungan Koster, potensi keramaian tidak akan masif di seluruh Bali, dan hanya sedikit wilayah yang menggelar takbir pada tanggal 19 Maret tersebut.

Bagi Koster, momen unik di tahun 2026 ini bukanlah kendala, melainkan pembuktian identitas Bali kepada dunia. Ia menekankan bahwa tugasnya sebagai kepala daerah adalah menjadi jembatan bagi seluruh keyakinan. Pihaknya juga mengingatkan bahwa fenomena serupa pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya dan Bali selalu berhasil melewatinya dengan damai.

Polda Bali melalui Operasi Ketupat 2026 mengerahkan 2.169 personel untuk mengawal 31 pos strategis serta 308 titik malam takbiran di seluruh Bali. Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa operasi yang berlangsung selama 13 hari sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 ini memprioritaskan pemeliharaan Kamtibmas dengan pendekatan preemtif dan preventif. Dari total 31 pos yang disiapkan, kepolisian merinci pembagian tugas menjadi 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu yang tersebar di titik-titik vital seluruh wilayah hukum Polda Bali.

Pengamanan di Sektor Rumah Ibadah dan Transportasi

Data pemetaan kepolisian menunjukkan skala pengamanan yang sangat luas. Di sektor rumah ibadah, terdapat 256 titik masjid, 539 musala, 351 lokasi sholat Idulfitri, serta 308 titik malam takbiran yang menjadi atensi khusus. Pengamanan ketat juga dilakukan di 1 bandara, 8 pelabuhan, 11 terminal, serta 77 objek wisata. Sektor ekonomi juga tidak luput dari penjagaan, mencakup 59 pasar tradisional, 7 pasar modern, dan 37 pusat perbelanjaan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.

Titik krusial yang diantisipasi adalah pada 19 Maret 2026, saat upacara Tawur Agung Kesanga dan pawai Ogoh-ogoh. Mengingat potensi berbarengan dengan malam takbiran, Irjen Daniel menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seruan bersama yang telah disepakati para tokoh agama. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, diputuskan bahwa takbiran di masjid atau musala hanya diizinkan pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA tanpa ada pawai kendaraan, petasan, maupun penggunaan pengeras suara yang berlebihan.

Sosialisasi Seruan Nyepi dan Idulfitri

Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir, menanggapi seruan bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026 yang dikeluarkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali. Somvir mengatakan setelah melihat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 terlihat bahwa tanggal hari suci Nyepi akan berbeda dengan tanggal perayaan Idul Fitri.

Namun, Somvir menyarankan agar apapun kegiatan agama melibatkan toleransi. Ia menekankan Hari Suci Nyepi berbeda dengan hari raya biasa Hindu pada umumnya. Sehingga dalam hal ini bagaimana agama lain bekerja sama. Ia juga mengusulkan agar ada rapat koordinasi apa yang boleh dan apa yang tidak boleh cukup diikuti nantinya. Dan SOP-nya jelas bahwa umat agama lain, boleh keluar atau cukup full di rumah saja.

Kesiapan Sarpras Jalur Mudik

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bergerak cepat mengamankan urat nadi transportasi di Bali dengan menyisir langsung seluruh jalur mudik dan titik penyeberangan utama. Polda Bali memastikan kesiapan Operasi Ketupat Agung 2026 mengingat adanya tantangan ganda berupa perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Penyisiran yang berlangsung selama dua hari ini menyasar lokasi-lokasi vital yang diprediksi akan menjadi titik penumpukan kendaraan. Pada hari pertama, tim Ditlantas Polda Bali fokus membedah kesiapan di wilayah timur dan selatan. Mulai dari Pos Terpadu Pelabuhan Padangbai di Karangasem, Pos Pelayanan Goa Lawah di Klungkung, hingga Pelabuhan The Angkal Kusamba dan Pos Pengamanan Masceti di Gianyar.

Di titik-titik ini, polisi memastikan sistem pelayanan penyeberangan tidak akan kedodoran saat lonjakan penumpang mulai mengalir. Memasuki hari kedua, fokus beralih sepenuhnya ke jalur utama Denpasar- Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur tersibuk saat arus mudik. Pengecekan dilakukan secara detail di Pos Terpadu Terminal Mengwi, Pos Pengamanan Selabih Tabanan, hingga Pos Pelayanan Gilimanuk.

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai 14 Maret

Ratusan personel gabungan nampak berkumpul di lapangan areal GOR Kresna Jvara Jembrana, Kamis (12/3). Adalah apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 yang diikuti 816 personel gabungan dalam rangka serangkaian pengamanan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri tahun ini.

Di sisi lain, arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai mengalami pergerakan. Sementara didominasi kendaraan truk logistik serta sebagian lainnya adalah pemudik kendaraan roda dua dan kendaraan kecil atau roda empat pribadi.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati didampingi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna saat dikonfirmasi mengatakan, operasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan arus mudik, Nyepi, Idulfitri hingga arus balik nanti berjalan aman dan lancar. Dia mengimbau agar mudik dilaksanakan lebih awal. Sebab, informasi awal puncak arus mudik atau puncak peningkatan kendaraan terjadi mulai 14 hingga 17 Maret mendatang. Kepolisian mengimbau agar menghindari mudik di tanggal 18 Maret 2026 mengingat Hari Pangrupukan yang dikenal dengan banyaknya rangkaian upacara serta ritual bahkan pengarakan ogoh-ogoh yang menggunakan jalur nasional nantinya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *