"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Poin Pidato Netanyahu Usai Serangan Iran, Sebut Dukungan Trump



Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, muncul perdana kepada publik setelah serangan yang dilakukan oleh Negeri Zionis terhadap Iran. Dalam pidato yang disampaikan, Netanyahu menjelaskan tiga poin utama sebagai pertimbangan dalam menyerang negara yang dikenal sebagai Tanah Persia.

Netanyahu mengungkapkan bahwa sejak tahun 1993, pihaknya telah memprediksi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran. Menurutnya, Iran dipimpin oleh Ali Khamenei selama lebih dari 30 tahun sejak 1989 dan terus berupaya menyerang negara-negara Barat. Ia menyatakan bahwa rezim tersebut pada akhirnya melakukan langkah pertama untuk menghancurkan Israel.

“Tapi rezim itu bekerja pertama kalinya untuk menghancurkan negeri Israel,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3).

Berikut adalah tiga pertimbangan utama Netanyahu dalam menyerang Iran:

Penghancuran Bertahap

Netanyahu menilai rencana Iran dalam menghancurkan Israel dibagi menjadi tiga tahap, yaitu membangun “poros kejahatan” di wilayah, produksi jutaan misil balistik, dan pengembangan bom nuklir. Menurutnya, Iran telah berhasil menjalankan rencananya hingga tahap kedua, yakni memproduksi misil balistik.

Israel menilai rencana tahap pertama Iran telah berhasil karena menciptakan beberapa kelompok bersenjata, seperti Hezbollah di Lebanon, Hamas di Palestina, dan Houthi di Yaman. Selain itu, intervensi Iran disebut turut memperkuat rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad di Suriah.

Netanyahu mengatakan dirinya berjanji menggagalkan rencana tahap ketiga Iran yang dinilai dapat menghilangkan Israel dari peta dunia. Karena itu, Israel mulai menyerang beberapa markas militer Iran sejak 7 Oktober 2025.

“Operasi Rising Lion kami jalankan untuk menyerang program misil balistik Iran dan kemampuan untuk memproduksi misil balistik baru,” katanya.

Menghancurkan Fasilitas Nuklir

Netanyahu juga mengklaim pihaknya telah menghancurkan fasilitas nuklir milik Iran belum lama ini. Serangan tersebut disebut turut menewaskan peneliti nuklir di Iran yang dinilai berperan dalam pengembangan bom nuklir.

Netanyahu mengatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bertujuan mencegah kembali dibangunnya fasilitas balistik maupun program bom nuklir di Iran. Adapun operasi tersebut dilakukan bersama Amerika Serikat.

Namun Netanyahu menyebut militer Iran telah menyembunyikan sebagian misil di bawah tanah dan di pegunungan. Hal tersebut membuat persenjataan Iran dinilai lebih kebal terhadap serangan udara.

“Karena itu, kami meneruskan operasi Rising Lion untuk mencegah Iran kembali membangun senjata nuklir dan misil balistik yang akan mengancam Israel, Amerika Serikat, dan seluruh dunia,” katanya.

Hasil Kerja Sama dengan Trump

Netanyahu mengatakan pihaknya sedang mengembangkan target baru yang pada akhirnya bertujuan menghilangkan rezim yang dianggap tiran di Iran. Karena itu, Israel disebut telah mengubah posisinya menjadi posisi menyerang dengan dukungan Amerika Serikat.

Netanyahu menilai situasi politik di Iran mulai berubah setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Karena itu, Israel tidak menunggu dan mulai menyerang bersama Amerika Serikat.

Donald Trump (REUTERS/Carlo Allegri)

Netanyahu mengatakan serangan yang dilakukan bersama Amerika Serikat merupakan buah dari hubungan pribadinya dengan Presiden AS Donald J. Trump. Menurutnya, AS turut menyerang Iran setelah diskusi informal antara keduanya.

“Kami berbicara bebas seolah-olah berada di bar. Kami tidak hanya memikirkan tentang masing-masing negara, tapi juga generasi selanjutnya dan masa depan manusia,” katanya.

Ancaman Mojtaba Khamenei

Netanyahu mengancam membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Mojtaba merupakan pemimpin terbaru Iran yang diangkat menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.

Netanyahu menyatakan rezim Iran akan tetap melemah meski upaya menjatuhkan pemerintah Teheran masih belum terwujud. Ia menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Israel mempersenjatai pihak-pihak yang menentang penguasa Iran serta peluang kegagalan upaya menjatuhkan pemerintahan Mojtaba Khamenei.

Profil Mojtaba Khamenei (https://nationalinterest.org/)

“Kami sedang menciptakan kondisi yang optimal untuk menggulingkan rezim tersebut, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak bisa mengatakan dengan kepastian penuh bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim itu—sebuah rezim digulingkan dari dalam,” kata Netanyahu.

Netanyahu mengatakan perubahan rezim di Iran harus datang dari dalam, sedangkan Israel hanya dapat membantu menciptakan tekanan tersebut. “Namun kami jelas bisa membantu, dan kami memang sedang membantu,” ujarnya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *