Isu Kematian Perdana Menteri Israel Viral di Media Sosial
Sebuah klaim mengejutkan yang menyebut bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tewas akibat serangan rudal Iran ke kantornya mendadak menjadi viral di media sosial. Klaim ini muncul setelah beberapa hari ia tidak muncul dalam video atau foto publik, memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi.
Beberapa pengguna media sosial mulai mencari tahu mengapa Netanyahu tidak terlihat selama beberapa hari. Dari hilangnya aktivitas video rutin hingga pendaratan pesawat kepresidenan “Wing of Zion” di Jerman, berbagai isu mulai bermunculan. Namun, apakah benar Netanyahu meninggal atau justru melarikan diri ke luar negeri?
Spekulasi Mengenai Kehadiran Netanyahu
Isu tentang kematian Netanyahu pertama kali muncul dari media yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran. Laporan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena berkaitan dengan situasi konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah. Kantor Berita Tasnim, salah satu media yang menyoroti isu tersebut, berspekulasi bahwa Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka dalam sebuah serangan balasan.
Alasan yang memicu rumor ini antara lain:
* Netanyahu belum muncul dalam video apa pun selama hampir tiga hari.
* Tidak ada foto yang dipublikasikan selama hampir empat hari.
* Sebelum jeda ini, setidaknya satu video, terkadang hingga tiga, dirilis setiap hari.
* Semua pernyataan terbaru yang dikaitkan dengannya hanya berupa teks.
* Keamanan di sekitar rumah Netanyahu dilaporkan diperketat pada 8 Maret untuk mengantisipasi kemungkinan serangan pesawat tak berawak.
* Kunjungan yang direncanakan ke Israel oleh perwakilan utama Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, juga dibatalkan sekitar waktu yang sama.
Bantahan Resmi dari Pihak Israel
Para pejabat Israel dan beberapa kantor berita internasional menyebut klaim ini sebagai “berita palsu”. Netanyahu dilaporkan aktif, membuat pernyataan publik tentang konflik yang sedang berlangsung. Menurut The Times of Israel, kantor Netanyahu membantah klaim Iran tentang kematiannya sebagai “berita palsu”.
Netanyahu disebut mengunjungi lokasi serangan rudal mematikan di Beit Shemesh dan berbicara kepada publik, menepis rumor tersebut, tambah publikasi Israel itu. Laporan itu merujuk pada kantor berita Fars Iran yang menayangkan klaim juru bicara militer bahwa rudal Khaibar Iran berhasil menghantam kantor Netanyahu dan rumah kepala Angkatan Udara Tomer Bar. Namun, tidak ada laporan tentang dampak rudal di Yerusalem, dan kantor Netanyahu tetap utuh, tambah publikasi tersebut.
Netanyahu Diisukan Kabur ke Jerman
Diberitakan DW, foto-foto yang diambil di bandara Berlin menunjukkan pesawat resmi pemerintah Israel “Wing of Zion” terparkir di landasan pacu. Tak lama setelah pesawat tiba, seorang pengguna TikTok mengklaim: “Jadi Netanyahu secara resmi telah melarikan diri ke Jerman.”
Video tersebut, yang juga menggunakan data penerbangan sebagai bukti, telah ditonton lebih dari dua juta kali. Berdasarkan laporan media, pesawat pemerintah Israel memang mendarat di Berlin pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, tetapi Netanyahu tidak berada di dalamnya. Seorang pejabat pemerintah Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa pesawat tersebut mendarat di Jerman demi keselamatannya sendiri. Ia menambahkan bahwa hanya awak pesawat yang berada di dalamnya dan penerbangan tersebut telah didaftarkan sebelumnya oleh pemerintah Israel.
Serangan Iran Terhadap Target Militer Israel
Tentara Iran mengatakan pada Rabu (11/3/2026) bahwa mereka telah menargetkan badan intelijen militer Israel, pangkalan angkatan laut di kota Haifa, dan sistem radar Israel. “Sejak pagi ini, tentara Republik Islam telah menargetkan direktorat intelijen militer Israel yang dikenal sebagai Aman, serta unit militer Israel 8200, radar Green Pine, dan gedung markas kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa,” kata tentara dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dilansir Al Arabiya.
Ditambahkan pula bahwa serangan-serangan tersebut masih berlanjut. Garda Revolusi Iran menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan terus berjuang hingga “bayang-bayang perang” terangkat dari Iran. Sementara itu, stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan bahwa Iran telah melancarkan serangan baru terhadap target Israel dan Amerika di Timur Tengah.
Serangan artileri itu adalah “yang paling intens dan terberat sejak awal perang,” berlangsung selama tiga jam, kata stasiun televisi tersebut, mengutip pernyataan dari Garda Revolusi elit Iran. Serangan itu menargetkan kota-kota Israel termasuk Tel Aviv dan Haifa, serta “Yerusalem Barat,” yang merujuk pada wilayah kota yang diperebutkan dan berada di bawah kendali penuh Israel.
Militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang menuju ke negara itu dan telah mengaktifkan pertahanan udaranya. Para jurnalis AFP melaporkan mendengar sirene serangan udara di Yerusalem dan suara ledakan di kejauhan. Stasiun televisi tersebut mengatakan bahwa serangan rudal itu juga menargetkan “sejumlah target AS di Erbil” di Kurdistan Irak dan pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Bahrain.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











