Penandatanganan MoU untuk Penguatan Data Statistik Sektoral
Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis data melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU) penyediaan, pemanfaatan dan pengembangan data statistik sektoral. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumoharjo No.269, Panaikang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (13/3/2026).
Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop Evaluasi Data Statistik Sektoral yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman serta Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti. Penandatanganan MoU ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan BPS dalam penyediaan data statistik yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Peran Data Statistik dalam Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya data statistik sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Menurutnya, data dari BPS harus menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan. Ia menyebutkan, tanpa data yang jelas, pemerintah akan kesulitan mengukur keberhasilan sebuah program pembangunan.
“Kadang kita memiliki banyak program, tetapi tidak memiliki parameter yang jelas untuk mengukur keberhasilannya. Karena itu sejak periode sebelumnya kami selalu menggunakan data BPS sebagai rujukan dalam menentukan kebijakan,” ujar Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, berbagai indikator pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, inflasi hingga pertumbuhan ekonomi harus dianalisis menggunakan data statistik yang akurat. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan prioritas program yang paling berdampak bagi masyarakat.
Andi Sudirman juga mencontohkan keberhasilan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,71 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa intervensi pembangunan yang tepat sasaran dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kebijakan Berbasis Data yang Akurat
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus berbasis pada data statistik yang akurat. Ia menjelaskan, pemerintah perlu memahami secara detail persoalan di setiap sektor agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
Misalnya di sektor pertanian, pemerintah harus mengetahui apakah permasalahan ada pada benih, pupuk atau sarana prasarana lainnya. Menurutnya, tanpa data yang tepat, kebijakan yang diambil berpotensi tidak efektif dan justru membuat anggaran menjadi tidak efisien.
Selain sektor pertanian, Amalia juga menyoroti potensi besar sektor peternakan yang perlu dianalisis lebih lanjut menggunakan data statistik. Ia menambahkan, workshop evaluasi data statistik sektoral ini bertujuan memperkuat koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan BPS.
Sinkronisasi data antara OPD dan BPS dinilai sangat penting agar tidak terjadi perbedaan data dalam proses perencanaan pembangunan.
Komitmen Pemkab Takalar
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyambut baik penandatanganan nota kesepakatan tersebut. Ia menilai kerja sama ini akan memperkuat sistem pengelolaan data di daerah sehingga pembangunan dapat lebih terarah dan tepat sasaran.
Menurutnya, data statistik yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun program pembangunan daerah. “Data yang akurat adalah fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Dengan dukungan data statistik yang kuat, pemerintah daerah dapat menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, sehingga pembangunan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujar Daeng Manye.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar siap memperkuat kolaborasi dengan BPS dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik sektoral. Daeng Manye berharap sinergi tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan yang lebih efektif.
Dengan adanya kerja sama ini, Pemkab Takalar optimistis perencanaan pembangunan daerah akan semakin terarah dan berbasis data yang akurat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











