"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Menteri Keuangan AS Kehilangan Tenang Saat Dipanggil Trump, Suaranya Gemetar

Menteri Keuangan Amerika Serikat Mengalami Kekacauan Saat Wawancara

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, tampak kewalahan dan tidak stabil saat sedang menjalani sesi wawancara dengan seorang jurnalis. Suara Bessent terdengar bergetar, menunjukkan ketegangan yang luar biasa. Peristiwa ini terjadi di Gedung Putih pada Kamis (12/3/2026) waktu setempat, saat ia tiba-tiba dipanggil oleh Presiden AS, Donald Trump.

Bessent sedang duduk bersama Wilfred Frost dari Sky News untuk wawancara. Tiba-tiba, ajudannya datang dan memberi tahu Bessent bahwa Presiden ingin segera melihatnya. Pemanggilan mendadak ini terjadi di tengah situasi yang sedang memanas akibat konflik dengan Iran. Bessent buru-buru melepas mikrofonnya dan meminta izin untuk meninggalkan ruangan. Peristiwa ini terjadi pukul 10.22 waktu AS.

Kembali ke Wawancara, Menteri Keuangan Terlihat Linglung

Setelah hampir dua jam, Menteri Keuangan kembali bergabung dalam wawancara. Namun, ia tampak linglung dan agak gagap. Jurnalis Sky News, Frost, bertanya tentang kondisi Presiden Trump.

“Bagaimana keadaan presiden? Apakah dia stres?” tanya Frost.

“Eh, tidak, presiden dalam keadaan sehat walafiat,” jawab Bessent dengan gugup.

Ia juga mengatakan bahwa misi Iran berjalan lebih cepat dari jadwal. Selain itu, Bessent menyebutkan bahwa ia memiliki seorang remaja yang sedang mempertimbangkan untuk masuk dinas militer. Ia memuji tim yang bekerja di bawah Presiden Trump, termasuk kepala staf gabungan dan menteri perang.

Perang dengan Iran Memberi Tekanan Besar pada Anggaran AS

Perang antara Iran dan Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah berlangsung selama hampir dua minggu. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap anggaran federal AS. Biaya operasi militer serta pengeluaran negara lainnya membuat anggaran pemerintah mengalami tekanan signifikan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan harus menambah utang negara dalam jumlah sangat besar. Dalam lima bulan pertama tahun fiskal 2026, pemerintah AS meminjam sekitar 1 triliun dolar AS atau setara Rp 16,9 kuadriliun. Data ini diungkap dalam laporan terbaru dari Congressional Budget Office (CBO), lembaga independen yang memantau kondisi anggaran pemerintah AS.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa defisit anggaran federal terus meningkat sejak dimulainya tahun fiskal 2026 pada Oktober 2025. Laporan anggaran bulanan yang diperbarui hingga Februari 2026 menunjukkan bahwa pemerintah AS menambah pinjaman sekitar 308 miliar dolar AS hanya dalam satu bulan terakhir.

Pengeluaran Besar dalam Perang Melawan Iran

Menurut laporan The Guardian, AS menghabiskan lebih dari 11,3 miliar dolar AS (Rp 167 triliun) hanya dalam enam hari pertama perang melawan Iran. Perang ini dimulai pada 28 Februari 2026.

Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan baru kepada Kongres AS untuk pendanaan tambahan bagi perang. Beberapa pejabat mengatakan permintaan tersebut bisa mencapai 50 miliar dolar. Sementara itu, beberapa orang mengatakan perkiraan ini tampak terlalu rendah.

Pejabat pemerintah juga melaporkan bahwa amunisi senilai $5,6 miliar digunakan selama dua hari pertama serangan. The Guardian melaporkan bahwa AS menghabiskan sekitar $2 miliar per hari untuk amunisi di awal konflik. Namun, angka tersebut turun menjadi sekitar $1 miliar per hari di hari berikutnya. Biaya harian diperkirakan akan terus menurun seiring berlanjutnya perang, kecuali jika situasinya memburuk.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *