JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan menunjuk Senator Oklahoma Markwayne Mullin sebagai penggantinya. Keputusan ini diumumkan melalui unggahan di media sosial, yang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Noem selama menjabat. Trump menilai bahwa Noem mencatat banyak hasil spektakuler, terutama dalam pengelolaan perbatasan.
“Noem akan menjadi utusan khusus untuk inisiatif keamanan baru kami di Belahan Dunia Barat, Shield of the Americas,” kata Trump dalam unggahan tersebut.
Sementara itu, Mullin dijadwalkan mulai menjabat sebagai menteri keamanan dalam negeri pada 31 Maret. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pemerintahan Trump akan berupaya mempercepat proses konfirmasi Mullin.
Menurut sejumlah ajudan, Trump sering menyaksikan penampilan Mullin di televisi, yang turut memengaruhi keputusan presiden menunjuknya ke posisi tersebut. Trump bahkan disebut beberapa kali menghubungi Mullin setelah wawancara yang bersifat konfrontatif untuk memujinya, sementara staf Gedung Putih sering mengirim senator itu tampil di program berita kabel pada momen penting bagi pemerintahan.
Noem mengetahui kabar pemecatannya saat tiba di sebuah acara di Nashville, Tennessee, menurut tiga sumber yang mengetahui hal tersebut. Dua sumber menyebut Trump secara langsung menelepon Noem untuk menyampaikan keputusan tersebut.
Tak lama setelah pengumuman itu, Noem menyampaikan terima kasih kepada Trump melalui media sosial. “Belahan Barat sangat krusial bagi keamanan Amerika Serikat. Dalam peran ini, saya dapat melanjutkan kemitraan dan keahlian keamanan nasional yang saya bangun selama 13 bulan terakhir sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri,” tulis Noem, merujuk pada jabatan barunya.
Noem yang ditunjuk Trump memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri AS atau United States Department of Homeland Security (DHS) sejak awal masa pemerintahannya, belakangan menghadapi sorotan terkait perilakunya selama menjabat. Kontroversi tersebut mencakup dugaan hubungan romantis dengan penasihat utamanya, penggunaan dana besar yang diterima departemen—termasuk untuk kampanye iklan mahal yang menonjolkan dirinya—serta pernyataan yang saling bertentangan terkait insiden fatal yang melibatkan agen imigrasi federal.
Sejumlah pejabat DHS, baik yang masih menjabat maupun mantan pejabat, sebelumnya secara internal mempertanyakan berapa lama Noem dapat bertahan di posisinya setelah serangkaian langkah yang dinilai keliru. Beberapa di antaranya termasuk keputusan mengejutkan untuk menghentikan sementara program pemeriksaan cepat bandara TSA PreCheck di tengah kekosongan pendanaan DHS—yang kemudian dibatalkan hanya dalam hitungan jam—serta responsnya dalam dua sidang dengar pendapat di Kongres pekan ini.
Trump dilaporkan tidak puas dengan jalannya sidang tersebut, terutama setelah Noem menyatakan bahwa presiden mengetahui kampanye iklan DHS, klaim yang dibantah oleh Trump.
Dari kubu oposisi, sejumlah politisi Partai Demokrat menyambut baik pemecatan tersebut. “Selamat tinggal. Dia adalah bencana,” ujar pemimpin minoritas DPR AS Hakeem Jeffries dalam sebuah konferensi pers. Adapun, Jeffries menegaskan pergantian pejabat tidak akan mengubah sikap Partai Demokrat terkait pendanaan DHS. Departemen tersebut sebagian ditutup sejak pertengahan Februari setelah Demokrat di Senat memblokir rancangan anggaran karena tidak memuat aturan baru terkait perilaku agen imigrasi. Aturan itu mereka tuntut setelah dua warga negara AS tewas ditembak oleh agen federal di Minneapolis.
“Pergantian personel saja tidak cukup. Kami membutuhkan perubahan kebijakan yang berani, dramatis, transformasional, dan bermakna,” kata Jeffries. Senator Demokrat Chuck Schumer juga menyuarakan pandangan serupa. “Saya tidak mempercayai siapa pun yang memimpin lembaga ini selama Trump menjadi presiden, melihat kebijakan yang ia dorong dan bagaimana struktur ICE saat ini. Permasalahannya sudah sangat dalam,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan terhadap Noem dari kalangan Partai Republik juga mulai melemah. Senator South Carolina Lindsey Graham mengatakan dia menghargai pengabdian Noem, tetapi menilai sudah waktunya dilakukan perubahan.
Noem, mantan anggota Kongres dan Gubernur South Dakota dari Partai Republik, sempat dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden Trump dalam pemilihan ulang 2024. Namun, peluang tersebut sirna setelah dia mengakui dalam memoarnya pernah menembak mati anjing peliharaannya. Trump kemudian menunjuknya memimpin DHS, lembaga yang membawahi U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), patroli perbatasan, dan sejumlah badan lain yang terlibat dalam kebijakan deportasi massal pada masa jabatan kedua Trump.
Noem menjadi salah satu wajah utama kebijakan pengetatan imigrasi tersebut, yang menyasar imigran berdokumen maupun tanpa dokumen, serta sempat menyeret sejumlah warga negara AS. Ia juga kerap tampil di jaringan televisi konservatif dan materi promosi di media sosial DHS.
Kontroversi lain muncul setelah agen federal yang dikerahkan ke Minneapolis menembak mati dua warga AS, yakni Renee Good dan beberapa minggu kemudian Alex Pretti. Noem menuduh keduanya terlibat dalam “terorisme domestik,” meski tuduhan tersebut dinilai bertentangan dengan fakta yang diketahui terkait keterlibatan mereka dalam aksi protes anti-ICE. Setelah kematian Pretti, sejumlah politisi Demokrat—bahkan beberapa dari Partai Republik—menyerukan agar Noem mengundurkan diri.









